SIGLI – Peringatan Milad ke-43 Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dilaksanakan di halaman Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh (PA) Pidie, Jalan Lingkar, Gampong Keunire, Kecamatan Pidie, Pidie, Rabu, 4 Desember 2019.

Kegiatan yang dimulai dengan zikir dan doa bersama dihadiri para anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) ban sigom Pidie. Turut hadir Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM. Daud, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Pidie, Tgk. Ismi, Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, dan para anggota DPRK Pidie.  

Selain itu tampak sejumlah ketua partai politik lokal dan nasional yang ada di Kabupaten Pidie, serta tokoh ulama dan pimpinan dayah ikut larut dalam doa bersama dipimpin Tgk. Abubakar.  Turut diserahkan santunan kepada anak yatim.

Selembar bendera bulan bintang terlihat berkibar di depan panggung acara itu. Bendera itu sudah disahkan oleh DPR Aceh melalui qanun sebagai bendera Aceh, namun sampai saat ini belum mendapat persetujuan pemerintah pusat. 

Mantan Panglima GAM Wilayah Pidie,  H. Sarjani Abdullah, mengatakan perjuangan belum selesai meski perdamaian sudah berjalan 13 tahun sejak diteken MoU Helsinki antara Pemerintah RI dengan GAM, 15 Agustus 2015 silam.

“Masih banyak butir-butir MoU belum terealisasi sehingga perjuangan terus kita lakukan sampai amanah perjuangan yang tertuang dalam MoU terealisasi di Aceh,” ujar Sarjani Abdullah.[]