BANDA ACEH – Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Aceh ikut berpartisipasi dalam peringatan Earth Hour 2016 yang dipusatkan di Escape Building di Desa Lambung, Banda Aceh, 19 Maret (hari ini). Kegiatan ini dalam rangka kampanye penyelamatan lingkungan.
“Banyak cara menjaga lingkungan seperti mengurangi pemakaian kantong plastik, tidak membakar hutan, memperbanyak penanaman pohon agar oksigen lebih berlimpah, sehingga udara lebih dingin. Pemerintah kabupaten/kota juga perlu memperbanyak ruang terbuka hijau,” kata Kepala Bapedal Aceh, Iskandar kepada portalsatu.com.
Earth Hour 2016 dengan tema Shine a light On Climate Change Action atau Berikan Cahaya Bagi Aksi Perubahan Iklim. Bapedal Aceh mengklaim telah banyak melakukan aksi dalam upaya mengurangi emisi karbon dan dampak perubahan iklim. Di antaranya, peringatan hari peduli sampah nasional Aceh Bebas sampah 2020 dengan aksi bersih pantai yang dipusatkan di Ulee Lheu Banda Aceh.
Berikutnya, pilot project Program Kampung Iklim (Proklim) di Desa Lamteh (Ulee Lheu), Saree, Iboih (Sabang) dan Desa Kelitu (Takengon), Pilot Project Pengelolaan Pesisir Terpadu di Iboih (Sabang) dan Lamteh (Ulee Lheu), pembinaan dan penilaian calon kota Adipura di 6 kab/kota, pembinaan dan penilaian sekolah ramah lingkungan (Adiwiyata), uji emisi kenderaan bermotor, dan seminar internasional perubahan iklim.
Earth Hour merupakan momentum strategis untuk mengingatkan masyarakat bahwa terjadinya perubahan iklim juga berasal dari penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Selain penggunaan sumber energi terbarukan, diperlukan juga kesadaran masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang hemat energi.
Dengan kampanye Earth Hour diharapkan akan semakin banyak individu, rumah tangga dan bisnis maupun Pemerintah Kota untuk ikut mematikan lampu atau alat elektronik yang tidak terpakai sebagai simbol kontribusi mereka terhadap perubahan iklim. Selain itu diharapkan juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan.
Langkah kecil dengan cara mematikan lampu dan peralatan listrik selama satu jam mempunyai dampak yang besar bagi lingkungan dan bumi dalam upaya mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) yang memicu pemanasan global dan perubahan iklim.[]



