SUBULUSSALAM – Jalan nasional Subulussalam-Tapaktuan di kawasan Kampung Danau Tras, Kecamatan Simpang Kiri, Subulussalam, terendam banjir setelah hujan deras menguyur sejak Rabu malam.

Akses lalu lintas di kawasan tersebut lumpuh total sekitar lima jam lebih disebabkan banjir menggenangi badan jalan nasional sepanjang 500 meter dengan ketinggian air diperkirakan hampir satu meter.

Ratusan kendaraan roda empat dan dua terpaksa mengantre menunggu debit air surut setelah sempat naik sejak Kamis, 23 Februari 2017, sekitar pukul 02.30 dini hari.

Banjir merendam tiga titik jalan nasional, dua di antaranya di kawasan Kampung Danau Tras dan Dusun Rikit, Kampung Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat yang berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat kota Subulussalam.

“Akibat banjir, belum bisa lewat. Tadi malam lebih parah lagi, sekitar 500 meter genangan banjir setinggi hampir satu meter,” kata Sumardi, salah seorang pengguna jalan.

Sumardi menyebut kendaraan tidak bisa melintas sejak pukul 03.00 dini hari sampai pukul 08.00 WIB. Akses lalu lintas baru kembali normal sejak pukul 09.WIB, khususnya mobil berukuran besar. Sementara mobil kecil sekitar pukul 10.00 WIB baru berani melintas.

“Tadi malam ratusan kendaraan berbagai jenis dari dua arah terjebak di lokasi banjir. Ada beberapa mobil nekat menerobos dengan bantuan warga,” katanya.

Para pengguna jalan berharap banjir tidak lagi terjadi di daerah itu mengingat satu-satunya arus transportasi dari barat selatan Aceh menuju Medan, Sumatera Utara.

“Semoga besok tidak banjir lagi, karena ini jalan satu-satunya bagi kami melintas untuk ke Subulussalam atau sebaliknya,” ujar Bahrum, warga lainnya.[]