LHOKSEUMAWE – Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc., mengatakan apapun yang sudah dilakukan pihak Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) merupakan investasi untuk bangsa Indonesia masa depan melalui pendidikan bagi generasi muda.
“Jadi, memang betul tanggung jawabnya besar, karena di bidang pendidikanlah Indonesia akan semakin berkembang dan maju. Kalau mau Indonesia masa depannya bagus, maka pendidikannya harus bagus pula. Oleh sebab itu, Kementerian memutuskan juga berinvestasi untuk pendidikan di Lhokseumawe maupun daerah lainnya,” kata Kiki Yuliati kepada wartawan usai meresmikan Gedung Kuliah Terpadu Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) PNL, Selasa, 11 Juli 2023.
Menurut Kiki Yuliati, selain dari kampus vokasi Politeknik, bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga sangat prospektif untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. “Perlu diketahui bahwa pada saat Indonesia merdeka, pendiri bangsa ini punya cita-cita di antaranya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum,” ujar Kiki didampingi Direktur PNL, Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc. IPM. Asean.Eng.
Kiki menyebut pendidikan vokasi berkontribusi pada dua hal itu. Bahkan di level SMK pun diharapkan bukan hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga memajukan kesejahteraan umum dengan cara memberikan keterampilan yang sesuai bagi anak-anak bangsa untuk bisa mereka memperoleh penghidupan yang layak, pekerjaan baik, menyejahterakan dirinya dan masyarakat.
“Kalau peluang untuk lapangan kerja secara nasional itu besar. Tantangannya adalah seringkali lapangan kerja itu tidak berada di lokasi itu. Tapi kita juga tidak bisa membatasi misalnya anak-anak dari Lhokseumawe harus fokus pada lokasi yang ditempatinya tersebut, karena peluang kerja di tempat lain juga harus diberikan kepada mereka serta kesempatan untuk belajar yang diminati. Oleh karena itu, memang tantangannya kita adalah memastikan bahwa informasi peluang kerja ada di mana bagi anak-anak lulusan vokasi itu harus sampai ke mereka supaya bersiap bekerja di bidangnya masing-masing,” ujar Kiki.
Kiki menambahkan pemerintah sekarang mencoba melakukan berbagai hal antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi di mana-mana, supaya penduduk tidak harus pindah jauh-jauh untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Dari sisi ketersediaan lapangan kerja itu secara nasional ada.
“Kami sedang melakukan kurikulum merdeka dan juga program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) untuk kampus. Artinya, kami menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan masa depan, jadi bukan hanya industri yang sekarang. Tetapi industri sekarang dan masa depan, sehingga keputusan isi kurikulum seperti apa detailnya sampai mendalam itu kami berikan kepada para guru, kepala sekolah (SMK), dosen, direktur Politeknik karena mereka yang paling tahu,” pungkas Kiki Yuliati.[]




