SUBULUSSALAM – Puluhan warga Desa Dah, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, terlibat keributan dengan sejumlah orang, Minggu, 1 September 2019. Satu mobil Isuzu MUX warna hitam BK 1607 MK rusak buntut keributan tersebut.
Kapolsek Rundeng Ipda Mulyadi kepada portalsatu.com, Minggu malam, menjelaskan keributan itu berawal saat Bahrum Bancin (55), warga Kecamatan Simpang Kiri bersama tiga saudaranya berinisial AB (50), AB (20) dan RD (30), datang ke lokasi pembangunan jembatan di Desa Dah mengendarai mobil minibus Isuzu sekitar pukul 11:00 WIB.
Menurut Mulyadi, setelah tiba di lokasi pembangunan jembatan itu, Bahrum Bancin mendatangi operator alat berat ekskavator. Ia meminta agar pekerjaan dihentikan karena lahannya belum dilakukan ganti rugi oleh pemerintah.
Pihak operator pun berhenti setelah mendapat perintah dari yang bersangkutan. Selanjutnya ekskavator itu diamankan ke halaman rumah Kepala Desa Dah, Kecamatan Rundeng.
“Setelah itu Bahrum Bancin bergerak menuju warung yang berada di pinggir sungai. Di sana terlibat keributan dengan warga diduga mengeluarkan kata-kata menyinggung perasaan masyarakat setempat,” ucap Mulyadi.
Bahrum Bancin cs sempat hendak menuju rakit penyeberangan sungai setelah melihat warga mulai emosi. Namun, langkahnya dihadang oleh warga sehingga tak bisa menyeberang. Salah seorang warga mengamankan Bahrum Bancin ke warung di lokasi tersebut.
Beberapa saat kemudian, Bahrum Bancin cs meninggalkan lokasi setelah dijemput menggunakan mobil lain. Kerumunan warga yang ditaksir berjumlah sekitar 60 orang bergerak menuju mobil Bahrum Bancin diparkirkan di seberang sungai Dah. Warga melampiaskan kemarahannya dengan membalikkan dan merusak mobil tersebut.
Kapolsek menyebutkan akibat insiden tersebut kaca mobil bagian depan dan belakang pecah, dinding mobil penyot, ditaksir kerugian sekira Rp50 juta. Kendaraan roda empat itu telah diamankan ke Mapolsek setempat.
“Saat ini kita sedang mendalami kasus ini dengan meminta keterangan beberapa saksi,” kata Kapolsek Ipda Mulyadi.[]



