Rabu, Juli 24, 2024

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...

DPMPPKB Aceh Utara dan...

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Asisten I Sekda Dr....
BerandaBerita Gayo LuesBegini Kronologi Pengulu...

Begini Kronologi Pengulu Soyo Terangun Diberhentikan, Langgar Sumpah Hingga Diduga Berbuat Mesum

BLANGKEJEREN – Kabag Hukum Setdakab Gayo Lues Sapta, S.H., M.H., mengungkapkan penyebab diberhentikannya Pengulu (Kepala Desa) Soyo, Kecamatan Terangun dari jabatannya lantaran diduga melanggar Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, terkait mesum.

“Sebenarnya janggal ketika ada sebagian Kepala Desa memprotes pemberhentian mantan Pengulu Desa Soyo. Karena yang bersangkutan juga tidak ada protes, kalau memang tidak senang diberhentikan, seharusnya mantan Pengulu Desa Soyo itu menempuh jalur hukum, kenapa Pengulu Desa lain yang keberatan,” kata Sapta melalui telepon WhatsApp, Jumat, 7 Oktober 2022.

Dijelaskan Kabag Hukum, pemberhentian Pengulu Desa Soyo bermula ketika sejumlah warga menyurati Pemda Gayo Lues beberapa bulan lalu. Para warga itu menyampaikan bahwa Pengulu Desa Soyo diduga melanggar Qanun Jinayat karena kasus mesum dengan seorang wanita yang memiliki suami.

“Setelah surat itu kami terima, kami langsung berkoordinasi dengan Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, sehingga turun surat pembentukan tim pencari fakta, yang anggota tim ada dari MPU, MAA, Bagian Hukum, dan dari Satpol PP dan WH,” jelasnya.

Tim dibentuk Bupati itu, kata Kabag Hukum, langsung turun ke lapangan menanyai saksi, dan melihat bukti chat antara mantan Pengulu Desa Soyo dan perempuan yang sudah bersuami tersebut. Lalu kesimpulan diputuskan bahwa Pengulu Desa Soyo diberhentikan.

“Sebenarnya sudah kami giring agar dilakukan hukuman cambuk untuk terduga pelanggar Qanun Aceh (tentang Hukum Jinayat) itu, dan mereka juga sudah diperiksa penyidik (PPNS) Satpol PP dan WH, mungkin belum dicambuk karena sedang proses, dan kepastianya bukan ranah kami lagi,” ujarnya.

Selain itu, Kabag Hukum juga mengungkap alasan lain pemberhentian Pengulu Soyo, yaitu melanggar Qanun Aceh Nomor 4 tahun 2009 tentang Tata cara pemilihan dan pemberhentian geucik pasal 43 ayat (2) dan ayat (3), serta melanggar janji dan sumpah jabatan.

Sebelumnya, sebagian Kepala Desa di Kecamatan Terangun memprotes Pemda Gayo Lues lantaran memberhentikan Pengulu Soyo dari jabatannya. Rekan Pengulu Desa Soyo itu mengatakan bahwa masalah tersebut hanya mesum ringan dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan.[]

Baca juga: