IDI RAYEK – Komplotan bersenjata di bawah pimpinan Bahrum alias Raja Rimba akhirnya menghentikan aksinya dengan menyerahkan diri kepada pihak kepolisian Aceh Timur pada Selasa, 16 Februari 2016 pagi tadi. Selain Bahrum, anggota Raja Rimba yang turut menyerahkan diri adalah Samsul alias Ta'eun.

Keduanya dijemput langsung oleh kapolres Aceh Timur di kediamannya, di Gampong Paya Meuligoe, Kecamatan Peureulak dalam waktu yang bersamaan.

Penyerahan diri ini berawal dari komunikasi yang dibangun antara keluarga dan Raja Rimba dengan Kapolres Aceh Timur. Melihat itikad baik yang disampaikan komplotan bersenjata itu, Polres Aceh Timur kemudian menjemput keduanya di lokasi yang telah ditentukan.

“Mereka sudah kita buron sejak tahun 2013 dengan beberapa laporan kriminal yang kita terima. Namun selama sepekan ini, kita terus membangun komunikasi dengan Raja Rimba sehingga pada Selasa tadi dia diminta dijemput oleh saya ke lokasi,” ujar Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman dalam konfrensi pers yang digelar di Aula Mapolres setempat, Selasa, 16 Februari 2016.

Kapolres mengatakan kelompok bersenjata di bawah pimpinan Raja Rimba berjumlah lebih kurang 5 orang. “Tiga di antaranya sudah menyerah (Raja Rimba, Taeun dan Kleung). Satu orang buron dan satu lagi sudah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas,” ujar Hendri.

Kepada Kapolres, Raja Rimba mengakui akan lebih baik jika menyerahkan diri kepada kepolisian. Dia juga mengaku aksi yang dilakukan selama ini sangat bertentangan dengan hukum dan juga mengancam kesalamatannya.

“Raja Rimba meminta kepada kami untuk membimbingnya ke arah yang lebih baik, sehingga dia telah menyatakan dirinya akan mempertanggungjawabkan dan menjalaninya sesuai proses hukum yang ditindaklanjuti tanpa ada permintaan apa-apa kepada pihak manapun,” kata Kapolres.[](bna)