Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaNewsBegini Pengakuan Ridwan...

Begini Pengakuan Ridwan Korban Penculikan Kelompok Din Minimi

IDI RAYEK – Ridwan alias Nawan, salah satu nelayan di Aceh Timur, mengaku pernah diculik oleh kelompok bersenjata Din Minimi saat hendak pulang ke rumahnya di Gampong Teupin Nyareng, Kecamatan Idi Rayek pada Maret 2015 lalu.

“Sekitar pukul 00.00 malam itu, saya dengan istri menggunakan mobil Honda Jazz warna putih, dalam perjalanan pulang dari kota Idi ke rumah di Teupin Jareng. Di tengah perjalanan tiba-tiba saya dicegat oleh dua unit mobil Avanza warna hitam dan putih, kemudian dalam mobil itu keluar delapan laki-laki bersenjata satu pucuk AK 47 dan dua pistol, langsung ditodong dikepala saya,” ujar Ridwan, dalam konferensi pers yang digelar di Idi, Aceh Timur, Minggu, 10 Januari 2016.

Setelah ditodong, Ridwan diminta untuk mengikuti kelompok bersenjata tersebut dan dibawa langsung ke daerah Sampoinieb, Aceh Utara.

“Sedangkan istri saya Nurhasanah ditinggal bersama mobil saya di lokasi kami dicegat,” katanya.

Dia mengaku mendapat perlakuan tidak laik selama ditahan lima hari oleh kelompok Din Minimi. 

“Selama ditahan sangat menderita, saya sempat dikasih taik (kotoran) dan kencing saat saya sudah lapar waktu itu, sedangkan mata saya ditutup dengan kain hitam, dan saya juga sempat dipukul oleh kelompok bersenjata Din Minimi,” katanya.

Menurut Ridwan selama ditahan, kelompok Din Minimi juga meminta tebusan sebanyak Rp100 juta. Jika tebusan diberikan, Ridwan diperbolehkan kembali lagi kepada keluarga.

“Pada malam kelima, setelah bernegosiasi saya berikan mereka uang Rp50 juta, dan saat itu saya dibawa ke daerah kawasan pedalaman Julok. Saat itu istri saya dan beberapa teman anggota KPA mengantar uang, lalu setelah itu saya langsung dilepas,” katanya.

Dia mengatakan sempat diancam oleh kelompok Din Minimi untuk tidak melaporkan perkara itu kepada polisi. Namun Ridwan nekat membuat laporan tersebut kepada Polsek Idi Rayeuk dan Mapolres Aceh Timur. Kepada awak pers, Ridwan berharap agar polisi segera menangkap Din Minimi. Pasalnya Ridwan menilai kelompok bersenjata tersebut murni kriminal dan telah melakukan tindak kekerasan terhadap dirinya.

“Semua laporan dan surat visum sudah saya serahkan kepada polisi, dan ini sangat kita harap Din Minimi  diselesaikan secara hukum yang berlaku. Kalau tidak, jangan salahkan saya jika saya melakukan hal-hal yang salah, dan pihak kepolisian jangan tangkap saya nanti, karena dendam saya masih ada sampai saat ini,” kata Ridwan.[](tyb)

Baca juga: