ACEH UTARA – Petugas kebersihan di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara rutin setiap hari mengangkut sampah di Pasar Terpadu (Pasar Ikan) Lhoksukon dan sekitarnya menggunakan truk amrol.

Hal itu disampaikan Kepala DLHK Aceh Utara, Teuku Cut Ibrahim, kepada portalsatu.com/, Jumat, 24 Februari 2023. Ia mengatakan kontainer tempat pembuangan sampah ditempatkan pada salah satu sudut pasar tersebut, sehingga para petugas kebersihan mengangkut sampah-sampah itu setiap pagi yang ada di lokasi Pasar Terpadu Lhoksukon.

“Cuma kita perlu melihat apakah dalam beberapa hari ini memang ada peningkatan volume sampah, sehingga terjadi tumpukan di tempat lain selain tong sampah yang telah disediakan. Kalau peningkatan volumenya berarti akan disesuaikan lagi tempatnya, itu memang harus ditangani dan mana mungkin kita biarkan sampah bertebaran, itu pencamaran (lingkungan) mana boleh,” kata Teuku Cut Ibrahim via telepon seluler.

Menurut Cut Ibrahim, pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu bagaimana persoalannya di Pasar Ikan Lhoksukon. Tempat pembuangan sampah bagi warga sekitar pasar itu sudah ada. Satu kontainer ditempatkan untuk memudahkan petugas saat mengambil sampah dan diangkut menggunakan mobil truk amrol setiap pagi. Tong-tong sampah juga ada diletakkan di sejumlah titik di pasar tersebut, tapi sudah dibawa arus banjir beberapa waktu lalu.

“Untuk di depan toko milik pedagang di kawasan kedai Lhoksukon kita letakkan tong sampah atau tempat penampungan sementara. Kalau di Pasar Terpadu itu untuk penjemputan dengan truk amrol mengambil sampah-sampah yang terkumpulkan di kontainer dan titik lainnya,” ujarnya.

“Kita tidak menyuruh warga untuk membuang sampah di jalan pasar itu, kita menganjurkan masyarakat setempat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan di sudut pasar. Cuma rata-rata sebagian warga ada yang membuang sampah ke sana (badan jalan pasar ikan) di tempat yang sepi. Lokasi itu tempat jualan bagi pedagang, bukan tempat buang sampah,” tambah Cut Ibrahim.

Menurut Cut Ibrahim, mungkin ada warga yang belum mengetahui di mana tempat pembuangan sampah yang disediakan DLHK, maka membuang sampah di jalan tersebut.

Dia menyebut di kawasan Kecamatan Lhoksukon terdapat empat armada pengangkut sampah yang setiap pagi mengambil sampah untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Di antaranya, satu truk khusus mengangkut sampah yang ada di dalam pasar atau kedai Lhoksukon, tiga unit lagi berkeliling di jalan umum untuk menjemput sampah pada lokasi-lokasi tumpukan sampah.

“Tidak ada yang terhambat dalam hal mengangkut sampah dari petugas kebersihan. Kecuali terkadang sehari atau dua hari yang masih menumpuk belum diangkut, itu kalau ada persoalan karakter sopir. Kalau kita sudah sesuai mengarahkan tim di lapangan untuk rutin melaksanakan tugasnya,” ujar Cut Ibrahim.

Kabid Pengelolaan Sampah DLHK Aceh Utara, Wahyuddin, menjelaskan pihaknya sudah pernah bermusyawarah dengan sejumlah pedagang di Pasar Terpadu Lhoksukon untuk penempatan kontainer sampah. Namun belum ada tempat dan pedagang di sana tidak menerima dengan alasan terhalang lapak jualan. Sebelumnya sempat ditempatkan kontainer pada sudut pasar, dan akhirnya harus dipindahkan karena dianggap terhalang tempat berjualan.

“Kondisi seperti ini bukan hanya di pusat Pasar Terpadu Lhoksukon saja, juga ada di kecamatan-kecamatan lain dengan persoalan yang sama. Ada pedagang yang sampaikan ‘jangan letakkan kontainer di depan toko saya’, jadi kita (dari DLHK) tidak tahu mau menempatkan di mana. Tapi kita melihat sekarang bukan hanya sampah dari para pedagang saja, juga ada warga sekitar yang membuang sampah ke kawasan pasar tersebut sehingga volume sampah meningkat,” ucap Wahyu.

Di samping itu, kata Wahyu, ketersediaan armada pengangkut sampah juga terbatas. Saat ini berjumlah 25 unit untuk operasional se-Aceh Utara yang sudah dibagikan tugas melalui tenaga kebersihan di 27 kecamatan. Untuk rute jalan (jadwalnya) itu dalam sehari hanya satu kali pengangkutan sampah sesuai BBM yang disediakan, dilakukan setiap pagi dan tidak ada lagi jadwal untuk sore hari.

“Jumlah armada masih 25 unit, belum ada penambahan. Sebenarnya kita di Aceh Utara butuh armada truk pengangkut sampah paling kurang sekitar 35 unit untuk penanganan sampah seiring bertambahnya volume sampah. Misalnya, seperti di Ibu Kota Lhoksukon harus ada penambahan satu unit armada lagi supaya dapat tertangani secara maksimal, hal yang sama juga di kecamatan lain,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, keseluruhan sampah yang ada di Aceh Utara setelah diangkut oleh petugas kebersihan DLHK, dibawa ke TPA di Gampong Teupin Keubeu, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, dengan luas lahan sekitar 32 hektare. Diperkirakan sampah di Aceh Utara yang terangkut sebanyak 104 ton perhari, tapi tetap masih ada sampah tertinggal dikarenakan faktor armada yang belum mencukupi.

“Seingat saya terakhir pengadaan untuk armada pengangkut sampah itu pada tahun 2015, dan sampai saat ini yang aktif beroperasi di lapangan hanya 25 unit. Kita berharap ada pengadaan baru, karena seperti kecamatan-kecamatan yang terdapat jumlah penduduk banyak maka perlu ada penambahan armada tersebut, disebabkan volume sampah meningkat sesuai penduduk,” kata Wahyu.

Wahyu menambahkan jumlah keseluruhan tenaga kebersihan di bawah DLHK Aceh Utara sebanyak 262 orang. “Itu terbagi ada menjadi sebagai sopir, pengawas, tenaga lapangan atau tenaga kebersihan penyapu, dan yang bertugas untuk mengangkut sampah menggunakan truk. Tetapi ketika nantinya armada bertambah maka secara otomatis tenaga kebersihan pun menjadi bertambah. Saat ini kita butuh penambahan tenaga lebih kurang 20 orang lagi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sampah plastik menumpuk dan berserakan di badan jalan belakang Pasar Ikan Kota Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis, 23 Februari 2023, malam. Warga setempat mengeluhkan tidak tersedia tempat pembuangan atau bak penampung sampah kapasitas besar di pasar itu.

Pantauan portalsatu.com/, Kamis malam, tumpukan sampah plastik di jalan belakang Pasar Ikan Lhoksukon itu menimbulkan aroma tidak sedap. Di pinggir badan jalan tersebut di antara pasar ikan, terdapat kios permanen. Namun, tidak terlihat bak atau tong pembuangan sampah kapasitas besar di kawasan itu.

portalsatu.com/ kembali mengecek ke lokasi itu, Jumat, 24 Februari 2023, sekitar pukul 09.00 WIB. Sampah yang berserakan di badan jalan itu sedang dikumpulkan oleh petugas kebersihan dan diangkut menggunakan satu truk.

“Di pasar ikan tersebut memang belum ada tempat buang sampah yang memadai, sehingga sebagian warga di sekitar itu membuang sampah plastik di badan jalan belakang pasar. Mereka tidak tahu harus buang sampah ke mana karena tidak tersedia tong sampah besar,” kata Zulkifli, warga Lhoksukon, Kamis (23/2), malam.

Menurut Zulkifli, memang biasanya tumpukan sampah di lokasi tersebut diambil petugas kebersihan pada pagi hari. “Tapi tidak efektif juga apabila tidak disediakan tempat buang sampah yang layak untuk warga setempat. Seharusnya diletakkan saja satu tong sampah besar di belakang Pasar Ikan Keude Lhoksukon supaya memudahkan warga membuang sampah, dan tidak menumpuk di badan jalan,” ujarnya.

Baca: Sampah Menumpuk di Jalan Belakang Pasar Ikan Lhoksukon, Warga Keluhkan tak Ada Bak Penampung.[]