BOGOR – Mahasiswa Aceh di Bogor menggelar open house Hari Raya Idul Adha dan Kurban Bersama. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan hadirnya ratusan mahasiswa yang tengah melanjutkan studi di IPB dan perguruan tinggi lainnya di Bogor. Kegiatan ini hasil kebersamaan Ikatan Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Aceh (Ikamapa) dan Ikatan Mahasiswa Tanah Rencong (IMTR).

Ketua panitia, Samsul Bahri dalam laporannya  mengatakan, tahun ini tiga hewan kurban disembelih. Hewan kurban tersebut berasal dari anggota Ikamapa dan alumni IMTR. Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di Asrama Putra Mahasiswa Aceh Leuser.

“Setelah daging kurban dibagikan sesuai syariat dan diterima oleh yang berhak, penerima menghibahkan kembali kepada panitia untuk dimasak dan dinikmati bersama seluruh mahasiswa Aceh yang ada di Bogor. Ini merupakan bentuk keikhlasan teman-teman yang penuh dengan nilai-nilai silaturahmi dan kebersamaan,” ujar Samsul Bahri, dikutip dari keterangan diterima portalsatu.com,  Rabu, 14 September 2016.

Tema kegiatan open house Ikamapa dan IMTR tahun ini “Meningkatkan silaturrahmi dan ketakwaan menuju insan yang akademis”. Nilai-nilai seperti ini, kata Samsul Bahri, harus terus dipelihara dan dijaga, sehingga kekompakan dan solidaritas mahasiswa Aceh di perantauan semakin tinggi. Walaupun berada di luar Aceh, saat lebaran suasananya masih bisa dirasakan seperti di Aceh.

“Terima kasih kepada hamba Allah yang sudah menitipkan kurbannya untuk dibagikan kepada teman-teman mahasiswa yang berhak. Terima kasih juga kepada teman-teman panitia yang sudah berpartisipasi dan berkontribusi dalam kegiatan ini. Semoga kekompakan dan kebersamaan ini selalu terjaga dan terpelihara sepanjang masa,” ujarnya.

Ketua Umum Ikamapa Bogor Zulfikar Mulieng dalam sambutannya mengatakan, kegiatan kurban rutin dilaksanakan wadah mahasiswa ini. Kata dia, tahun ini sedikit berbeda pelaksanaannya, karena bertepatan dengan penyambutan mahasiswa baru tahun ajaran 2016-2017.

“Selamat datang kami ucapkan kepada teman-teman angkatan 2016 dan selamat bergabung di keluarga besar mahasiswa Aceh. Untuk menjaga dan memlihara tradisi kurban ini, ke depan perlu dibentuk kepanitiaan khusus yang akan mengelola pelaksanaan kurban,” ujarnya.

Zulfikar menyebut semua mahasiswa Aceh di Bogor punya kesempatan untuk berkurban tahun depan guna meningkatkan ketakwaan. Kata dia, kurban merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan bersama selaku insan akademis yang sedang menuntut ilmu di Bogor.

“Studi lancar, ibadah lancar dan silaturahmi juga selalu terjalin dan semakin akrab. Karena setiap tahun kita kumpul disini untuk  merayakan Hari Raya Idul Adha bagi teman-teman yang tidak mudik lebaran. Semoga tradisi ini bisa terus berlanjut dan mampu kita pertahankan sepanjang masa,” katanya.

Kandiat Doktor Fakultas Kehutanan Muhammad Dahlan selaku penasihat Ikamapa juga berharap tradisi ini terus dipertahankan dan dilanjutkan. Karena sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang berada di perantauan, bisa kumpul dan silaturahmi yang merupakan moment langka.

“Kepada teman-teman mahasiswa baru semoga bisa sukses dan lancar dalam studinya. Jangan segan-segan untuk bertemu, diskusi dan sharing dengan senior-senior yang sudah pengalaman agar mendapatkan formula, sehingga perkuliahan lancar dan tidak terganggu,” ujarnya.[](rel)