SUBULUSSALAM – Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lae Bersih, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam harus “melawan maut” dengan menyeberangi arus sungai untuk sampai ke sekolah. Begitulah perjuangan mereka demi memperoleh pendidikan untuk masa depan.

Kepala SDN Lae Bersih, Awaluddin Bancin, S.Pd.I., kepada wartawan, Rabu, 20 Juli 2016 mengatakan, sejumlah tenaga pengajar dan ratusan siswa terpaksa melewati arus sungai setelah jembatan beton penghubung menuju ke lokasi pendidikan itu ambruk dilanda banjir setahun lalu.

“Sejak jembatan ambles setelah dihantam banjir, anak-anak terpaksa menyeberang sungai,” kata Awaluddin.

Ia merasa khawatir melihat anak didiknya harus berjuang “melawan maut” untuk sampai ke sekolah. Setelah melintasi sungai, para  siswa juga harus menaiki tanjakan sehingga tak jarang di antara mereka ada yang tergelincir dan jatuh. Akibatnya sepatu, baju, dan peralatan sekolah basah.

Belum lagi ketika Kota Subulussalam dilanda hujan lebat saat arus Sungai Lae Bersih meluap sampai ke permukaan tanah. Akibatnya para siswa terpaksa libur.

Kondisi aliran sungai sewaktu-waktu bisa saja deras lantaran hujan di daerah hulu. Meski merasa takut, para siswa terpaksa memberanikan diri untuk menyeberang. Kondisi ini sudah berlangsung sejak setahun terakhir.

Mereka berharap akses jembatan tersebut bisa segera diperbaiki demi kenyamanan saat pergi dan pulang sekolah tanpa ada risiko “melawan maut”.[] (*sar)

Laporan Sudirman