BANDA ACEH – Duduk beralaskan karpet, Warni dan teman-temannya menyantap buah durian di Festival dan Pesta Durian, di halaman Barata Store, Banda Aceh. Warni dan pengunjung lainnya dapat menikmati durian selama dua jam setelah membeli tiket Rp50 ribu per orang dari penyelenggara kegiatan itu, Carbonarra Durian Aceh.
“Ini benar-benar pesta durian namannya, bisa sepuasnya makan durian. Tapi makan tiga buah aja sama kawan udah kenyang,” kata Warni yang merupakan warga Banda Aceh saat ditemui portalsatu.com/ di lokasi itu, Sabtu, 30 Desember 2017.
Operation Manager Carbonarra Durian Aceh, Muhammad Risqy mengatakan, kegiatan tersebut untuk memperkenalkan usaha mereka dan promosi kuliner Aceh. “Karena durian merupakan salah satu kuliner yang paling dinikmati di seluruh Indonesia, sehingga kita membuat suatu kegiatan di mana kita mengundang masyarakat untuk memakan durian ramai-ramai dengan membuat harga seminimal mungkin dan memiliki daya tarik tersendiri,” ujar Risqy.
“Tujuannya, dengan kegiatan ini agar dapat mem-branding durian Aceh hingga dikenal ke seluruh Indonesia dan dunia,” kata dia.
Risqy menyebutkan, pihaknya menyajikan durian asli Aceh. Panitia sudah menyurvei ke berbagai pelosok daerah untuk mendapatkan durian terbaik, sebelum acara ini digelar.
“Kalau jenis duriannya di sini masih original dari dalam Aceh, yakni durian dari berbagai pelosok kebun-kebun daerah yang ada di Aceh dan sudah kita jajaki dari beberapa bulan belakangan. Ada dari Tangse, Meulaboh, Aceh Selatan, Nagan Raya, dan daerah lainnya penghasil durian di Aceh,” ujarnya.
Adapun jumlah durian yang sediakan panitia sebanyak 4.500-5.000 buah. Bahkan, kata Risqy, jumlah itu akan terus bertambah jika semakin banyak pengunjung yang datang.
Selain membuat konsep ‘hanya’ membayar Rp50 ribu dapat menikmati durian sepuasnya, panitia mendesain lokasi penyelenggaraan dengan tidak menggunakan meja dan kursi. “Kita menyediakan area dalam bentuk lesehan agar lebih nyaman dan situasi kekeluargaannya juga lebih dapat karena lebih tradisional,” kata Risqy.
Risqy menambahkan, setelah festival dan pesta durian, tempat tersebut akan digunakan sebagai outlet permanen. “Ketika sudah selesai acara ini, masyarakat atau pencinta durian maupun yang ingin mendapatkan wisata durian Aceh, silakan datang ke Barata,” ujarnya.[]



