BANDA ACEH – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), M. Rizal Falevi Kirani, meminta semua pihak di Aceh fokus meminimalisir pasien terpapar Covid-19. Pasalnya, berdasarkan data, jumlah warga terpapar corona meningkat dalam sepekan terakhir.
Setelah satu pasangan suami istri (pasutri) di Lhokseumawe diketahui positif Covid-19 pada 6 Juni, kemudian lima orang dari keluarganya juga terkonfirmasi terjangkit virus itu berdasarkan hasil uji swab, 13 Juni.
Lalu, 16 Juni, terungkap tujuh orang positif Covid-19, semuanya warga Aceh Utara. Hari sama, 16 Juni, tiga warga lainnya juga terkonfirmasi positif virus corona, yakni 1 orang asal Aceh Besar, 1 Banda Aceh, dan 1 Aceh Selatan. (Baca: Kasus Covid-19 di Aceh Bertambah,Satu Orang Meninggal)
Falevi Kirani menyebut peningkatan kasus Covid-19 ini merupakan tertinggi di Aceh selama beberapa pekan terakhir. Falevi khawatir terjadinya transmisi Covid-19 lokal di Aceh. Itulah sebabnya, ia meminta semua pihak bekerja keras agar wabah ini tidak menjadi bom waktu bagi Aceh.
“Plt. Gubernur Aceh, Wali Kota Lhokseumawe harus segera menjalankan kebijakan untuk mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran yang lebih luas. Demikian juga tim gugus tugas provinsi dan kabupaten kota, tentunya dengan melibatkan berbagai stakeholder,” ujar Falevi kepada portalsatu.com, Kamis, 18 Juni 2020.
Politikus PNA ini berharap masyarakat tetap mematuhi standar kesehatan yang dianjurkan WHO agar tidak menular dan tertular virus mematikan itu.
“Ini sudah bahaya. Kabupaten kota untuk memperketat protokol kesehatan demi mencegah transmisi lokal semakin membesar dan masif,” pungkasnya.[](*)



