LHOKSEUMAWE – Sebuah beko (excafator) yang sedang mengeruk tanah di lokasi bukit Dusun Mon Dua, Blang Baroh, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe dikabarkan tertimpa material longsor, Minggu, 10 Desember 2017 sekitar pukul 15.30 WIB.
Kejadian itu mengakibatkan alat berat keruk tersebut rusak. Sementara operatornya harus mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Kesrem, Lhokseumawe, karena mengalami luka parah di kepala, pinggang terkilir dan luka-luka di tangan dan punggung.
“Warga tidak tahu pasti kejadiannya seperti apa, kami datang sesaat setelah terdengar gemuruh. kemudian ada kabar tanah di lokasi galian di bukit milik warga itu runtuh dan mengenai beko, beko berada tepat di bawah lereng yang runtuh. Sopirnya luka-luka dan sudah dibawa ke rumah sakit,” kata warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kabag Ops Kompol Ahzan membenarkan ada insiden longsor di lokasi tersebut, yang menyebabkan operator alat berat beko harus dilarikan ke rumah sakit.
Hasil pemeriksaan awal, kata Ahzan, sesaat sebelum kejadian beko nahas itu sedang memuat tanah ke truk. Namun, tiba-tiba tanah yang ada di atas lereng jatuh langsung menimpa swing (tangan Beko). Sesaat kemudian, tanah menimpa kabin tempat operator.
“Usai kejadian itu, korban (operator beko) bernama Zulmaidi, 30 tahun, asal Blang Crum, Kandang, ditolong oleh warga setempat dan dibawa ke RS Kesrem,” kata Ahzan.
Ahzan mengatakan, petugas Polsek setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kejadian. Sejumlah saksi dari warga dan sopir truk juga masih diperiksa. Selain itu, polisi juga sedang menyelidiki lahan tempat kejadian apakah galian C atau bukan.
“Galian C atau bukan masih kita selidiki, kita akan minta keterangan dari pihak terkait,” katanya.[]



