Belajar Daya Tahan dari Penulis Harry Potter

Oleh: *Taufik Sentana

 

Beberapa tahun yang lalu, JK Rowling menyampaikan kuliah inspiratif di Harvard, ” Menyiasati Kegagalan dan Mengembangkan imajinasi”.

 

Dia telah membuktikan bahwa bangkit dari gagal itu sangat mungkin, dengan harapan dan imajinasi, asalkan anda Bertahan!

 

Sebelun novelnya laris manis, 13 penerbit menolak novel itu karena terlalu berat dan rumit. Atau imajinya terlalu liar?

 

J.K. Rowling membutuhkan sekitar 7 tahun untuk menyelesaikan buku pertama seri Harry Potter, “Harry Potter and the Philosopher’s Stone”, dan sekitar 17 tahun untuk menyelesaikan seluruh seri.

 

Ide awal dan Proses kreatif:

 

Ide untuk seri Harry Potter muncul pada tahun 1990 saat Rowling sedang menunggu kereta api yang terlambat dari Manchester ke London.  Kereta itu telat 5 jam.

 

Di situ dia membayangkan satu tokoh penyihir yang tidak tahu kalau dia adalah penyihir. Harry Potter lahir 31 juli 1980, kata JK Rowling, itulah yang ia bayangkan. Konon, lon potter kawan masa kecilnya, menjadi inspirasi nama tokoh Harry Potter.

 

penulisan buku pertama:

 

J.K.Rowling membutuhkan sekitar enam tahun untuk menulis buku pertama, ” *Harry Potter and the Philosopher’s Stone”* , sambil bekerja penuh waktu sebagai ibu tunggal.

 

Sebelumnya ia pernah bekerja di amnesty internasional untuk HAM. Beliau juga pernah mengajar bahasa Prancis dan Inggris.

 

Dia kuliah di jurusan studi prancis dan budaya klasik. sejak muda dia sudah tahu akan menjadi penulis.

 

Adapun untuk  menyelesaikan buku terakhir dalam seri, ” *Harry Potter and the Deathly Hallows* “, pada tahun 2007, setelah 17 tahun penulisan (untuk 7 edisi Harry Potter)

 

Publikasi:

 

Buku pertama, “Harry Potter and the Philosopher’s Stone”, pertama kali diterbitkan di Inggris pada 26 Juni 1997.

 

Tips khusus:

 

1. sempurnakan seluruh detil.

 

2. jangan mulai cerita sebelum anda tahu akhirnya.

 

3. komitmen terhadap waktu, daya tahan dan imajinasi.

 

4. kesuksesan yang sesungguhnya akan membayar kegagalan anda di belakang hari.

 

5. Rowling menulis draf naskah cerita dengan tulisan tangan bahkan menambahkan bagan dan tabel.

 

Demikian sekelumit model menulis dan gaya bertahan ala JK. Rowling. catatan di atas kami petik dan beragam catatan dan ulasan.

 

Karya JK. Rowling bertengger sebagai karya fenomenal, menjadi penulis terkaya nomor wahid, Harry Potter telah diterjemahkan ke 85 bahasa dan telah beralih rupa ke film, serial dan lainnya.

 

Walau ia menulis tentang penyihir, konon JK Rowling tidak percaya pada Sihir.[]

 

 

*Taufik Sentana

Peminat studi sosial dan budaya, termasuk sastra pop. Banyak menulis puisi dan esai.