BLANGKEJEREN – Belasan Ribu warga Kabupaten Gayo Lues masih bertahan ditenda pengungsian paska bencana alam Hidrometeorologi, sementara sebagian warga lainya sudah mulai kembali ke desa untuk membersihkan reruruntuhan rumah yang diterjang banjir dan longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues Muhaimin, Jum’at, 5 Desember 2025, mengatakan berdasarkan laporan sementara bencana alam Hidrometeorologi per tanggal 4 Desember 2025, wilayah terdampak banjir dan longsor 11 Kecamatan.
“Jumlah pengunggsi yang bertahan di tenda pengungsian 14.099 jiwa dengan jumlah 3.829 KK, jumlah yang hilang 1 orang, jumlah korban meninggal dunia 4 orang, dan jumlah masyarakat terdampak 109.019 jiwa,” katanya.
Sementara jumlah rumah yang rusak atau yang diterjang banjir mencapai 2.341 unit, jumlah jembatan putus atau rusak berat mencapai 43 unit, jumlah ruas jalan putus total 7 Kecamatan, dan wilayah terisolir 7 Kecamatan.
“Jumlah irigasi rusak berat 50 unit, jumlah jaringan listrik rusak 11 Kecamatan, jumlah PDAM rusak 2 unit, jumlah jaringan air bersih pedesaan rusak 60 desa, jumlah rumah ibadah yang rusak 5 unit, jaringan Telkomunikasi atau internet putus total 11 Kecamatan,” ujarnya.
Untuk jumlah Sekolah yang rusak kata Kepala BPBD mencapai 11 unit, jumlah pasilitas kesehatan yang rusak 11 unit, dan kerusakan lahan pertania dan perkebunan mencapai 80 persen dari yang ada.[]




