BIREUEN – Gempa 6,4 SR yang mengguncang Aceh menjelang subuh tadi meruntuhkan kubah mesjid di Kompleks Pesantren Mesjid Raya (Mudi Mesra) Samalanga, Bireuen.
Salah satu guru di Mudi Mesra, Teungku Murthada mengatakan belasan santri mengalami luka-luka akibat runtuhan tersebut.
“Perkiraannya belasan, korban sudah diberangkatkan ke Puskesmas Samalanga,” kata Teungku Murtadha saat dihubungi portalsatu.com melalui telepon selulernya pukul 05:45 WIB tadi, Rabu, 7 Desember 2016.
Ia menjelaskan, sejumlah santri ada yang tidur di mesjid karena kamar yang tersedia sudah melebihi kapasitas.
“Ada santri tidur di dalam masjid, karena tidak ada tempat lagi di kamar, sudah penuh. Para santri itu juga sedang mempersiapkan untuk salat subuh,” ujarnya.
Selain itu kata Teungku Murtadha, kampus IAIA Al Aziziyah Samalanga, yang tepat terletak di depan mesjid itu juga runtuh. Lantai satu pada bangunan itu rata dengan tanah. Beberapa tenaga pengajar yang bermalam di lantai tiga kampus tersebut juga dilaporkan luka-luka.
Sejumlah kendaraan yang terparkir di depan gedung juga mengalami rusak parah. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui adanya korban meninggal.
Teungku Murtadha, dari lokasi kejadian juga melaporkan kondisi pimpinan dayah Mudi Mesra Samalanga Syekh Hasanul Basri (Abu Mudi).
“Abu sedang berada di kantor kompel dayah. kondisi Abu alhamdulillah tidak masalah,” ujarnya.[]



