BLANGKEJEREN – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues akan merehabilitasi/pemeliharaan Terminal Terpadu di Kecamatan Blangpegayon dengan anggaran Rp1,5 miliar. Padahal, bangunan yang sudah menelan anggaran miliaran rupiah itu belum pernah difungsikan sejak dibangun beberapa tahun lalu.
Noval, S.P., Kepala Dinas Perhubungan Gayo Lues, Kamis, 8 Oktober 2020, mengatakan proyek rehabilitasi Terminal Terpadu diusulkan Dinas Perhubungan pada Perubahan APBK Tahun 2020, dan masih menunggu persetujuan Gubenur Aceh.
“Kalau disetujui kita rehab sekarang, kalau tidak kita rehab tahun 2021,” kata Noval menjawab wartawan melalui pesan messenger Facebook menyangkut proyek itu sudah tayang di situs LPSE Kabupaten Gayo Lues.

(Noval, Kadis Perhubungan. Foto: istimewa)
Menurut Noval, proyek itu dilelang mendahului Perubahan APBK, apabila tidak tertampung, rekanan tidak berhak menuntut. “Pelelangan lebih cepat dilakukan mengingat waktu terbatas serta Dinas Kominfo sudah mendesak mau menempait Kantor Dinas Perhubungan, mengingat ada server di Terminal Terpadu, maka bekas Terminal Terpadu akan dimanfaatkan sebagai gudang bus sekolah”.
“Terminal Terpadu Blangpegayon akan dialihfungsikan sebagai Dinas Perhubungan dan gedung penguji kendaraan, sedangkan Kantor Dinas Perhubungan sekarang akan diserahkan ke Dinas Kominfo sebagai kantor mereka,” jelasnya.
Menyangkut rehabilitasi gedung sebelum difungsikan, Noval mengaku karena Terminal Terpadu merupakan aset daerah. “Kalau tidak direhab tidak bisa ditempati, sehingga dilakukan pelelangan menduhui APBD”.
“Kalau anggaran sebelumnya kita kurang tahu, karena dibangun sudah lama. Dan yang kita rehab sangat banyak item-nya, gedung tiga unit, mushalla, kantin, kamar mandi, pagar, dan sebagainya,” jelas Noval.[]



