BerandaBerita BireuenBeut Sira Jep Kupi, Tren Baru Menarik Milenial, Tu Sop Isi Edisi...

Beut Sira Jep Kupi, Tren Baru Menarik Milenial, Tu Sop Isi Edisi Spesial

Populer

BIREUEN – Ratusan warga Jeunieb mulai dari para pemuda milenial, perangkat gampong hingga kalangan menengah ke atas mengikuti pengajian rutin mingguan edisi ke-11 bertajuk “Beut Sira Jep Kupi (Mengaji Sambil Ngopi)”. Pengajian edisi kali ini menghadirkan Ketua Umum Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau Tu Sop berlangsung di Warung Kopi Narahmat, Keude Jeunieb, Bireuen, Rabu, 30 Maret 2022, malam.

Inisiator sekaligus pengasuh Beut Sira Jep Kupi, Tgk. Ihsan Muhammad Jafar mengatakan pengajian yang indentik dengan masjid, musala, dan tempat-tempat ibadah lainnya kurang diminati oleh para milenial.

“Untuk kita kita padukan dengan tren saat ini, di mana kafe dan warkop adalah tempat berkumpulnya anak-anak muda. Pengajian yang terbuka untuk umum ini targetnya para milenial, bagaimana kita menarik minat mereka dengan mengubah mindset majelis taklim tidak membuat mereka minder,” kata Tgk. Ihsan yang juga Mudir Dayah Babussalam Al Aziziyah Jeunieb.

Menurut Tgk. Ihsan, pihaknya menampilkan Tu Sop atau Ayah Sop mengisi materi kajian kitab Minhajul ‘Abidin karya Hujjatul Islam Imam Al Ghazali, di edisi spesial pengajian tersebut.

“Kita mengundang Ayah Sop untuk memotivasi para milenial menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam di masyarakat,” ujar Tgk. Ihsan yang juga Ketua Ikatan Penulis Santri Aceh (IPSA).

Tgk. Ihsan menyebut pengajian rutin itu digelar setiap Ahad bakda Subuh di Masjid Imum Syafi’i, dan Jumat usai Subuh di Masjid Besar Baiturrahim Jeunieb.

Tu Sop dalam tausiahnya mengatakan jika tujuan hidup berorientasi dunia semata, “sungguh kita akan tersiksa”. Berbeda dengan tujuan hidup untuk akhirat, kata Tu Sop, “kita tidak akan tergantung pada materi dunia”.

“Karena hal yang paling penting dalam perjalanan hidup adalah perjalanan rohani. Perjalanan rohanilah yang akan menentukan perjalanan hidup ke surga atau neraka,” tutur Tu Sop.

[](ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya