LHOKSEUMAWE – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lhokseumawe telah mencanangkan kebijakan yang mengutamakan stabilitas ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi yang sehat. Hal tersebut disampaikan Kepala BI Perwakilan Lhokseumawe, Yufrizal, dalam sambutannya di acara Halalbihalal Bank Indonesia Lhokseumawe, Kamis, 21 Juli 2016.
Kebijakan Bank Indonesia senantiasa diarahkan untuk menciptakan kondisi makroekonomi yang stabil, terutama pencapaian inflasi menuju sasaran yang ditetapkan dan menurunkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sustainable, kata Yufrizal.
Menurut Yufrizal, kebijakan tersebut antara lain penurunan BI- rate menjadi 6,5 persen, menurunkan BI 7-day (reserve) repo rate menjadi 5,25 persen, pelonggaran kebijakan makroprudensial dan kebijakan-kebijakan lainnya.
Sementara itu, kebijakan nilai tukar diarahkan untuk menjaga rupiah yang selaras dengan nilai fundamentalnya sehingga tidak menimbulkan ekpektasi depresiasi yang berlebihan, yang dapat mengganggu stabilitas perekonomian.
Yufrizal menyebutkan situasi ini mengakibatkan Provinsi Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe, menghadapi dua macam risiko. Di satu sisi, perlambatan perekonomian negara giant industry mengakibatkan penurunan harga komoditas terus berlanjut. Di lain hal, membaiknya pertumubuhan ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi mendorong bank sentral Amerikat Serikat untuk meningkatkan suku bunganya, dimulai pada triwulan IV-2015 atau triwulan I-2016.
Peningkatan suku bunga ini berisiko untuk menimbulkan arus balik modal dari negara berkembang ke Amerika Serikat, yang mengakibatkan penurunan investasi asing dan fluktuasi nilai kurs.
Selain itu, Yufrizal juga menjelaskan dari sisi domestik, perekonomian Aceh triwulan II 2016 diperkirakan tumbuh meningkat sekitar 4-5 persen. Sumber pertumbuhan diproyeksikan berasal dari peningkatan investasi pemerintah, seperti pembangunan Waduk Kereuto dan kawasan industri serta investasi yang dilakukan sektor swasta. Sementara dari sektor konsumsi pemerintah dan rumah tangga masih memberikan kontribusi yang positif pada perekonomian Provinsi Aceh.
“Berdasarkan sektor ekonomi, pertumbuhan sektor ekonomi Aceh didorong oleh sektor pertanian dan sektor perdagangan,” katanya.[](bna/*sar)



