LHOKSEUMAWE – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lhokseumawe me-launching Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) atau Standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik maupun mobile banking. BI menjadikan sejumlah perguruan tinggi di Lhokseumawe sebagai percontohan penggunaan sistem pembayaran QRIS tersebut. 

Launching itu dilakukan di aula lantai tiga Gedung BI Perwakilan Lhokseumawe oleh Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo, dihadiri perwakilan sejumlah kampus di Lhokseumawe, dan penyerahan QRIS secara simbolis, Kamis, 5 November 2020. 

Yukon Afrinaldo mengatakan Bank Indonesia menginginkan masyarakat atau pelaku usaha di Lhokseumawe bisa menggunakan QRIS secara intensif agar memberikan pelayanan sistem pembayaran yang lebih fleksibel dan banyak bermanfaat kepada masyarakat. 

“Prinsipnya kita mengenal berbagai macam cara pembayaran. Misalnya, pembayaran maupun transaksi melalui e-banking atau ATM langsung dan konter. Ini adalah salah satu alternatif sistem pembayaran lain dengan menggunakan QR Code. Tentunya ini akan mempermudah para pemilik usaha untuk mengontrol transaksi, juga mempermudah para bayer-nya dalam melakukan pembayaran,” kata Yukon Afrinaldo kepada wartawan. 

Sebelumnya BI Lhokseumawe juga sudah me-launching QRIS kepada sejumlah instansi lainnya. Untuk wilayah kerja BI Lhokseumawe, kata Yukon, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan lebih 9.000 merchant dan telah menggunakan fasilitas QRIS tersebut. “Penggunaannya sangat mudah, cepat, aman, murah dan andal,” ujar Yukon. 

Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI). Juga bertujuan mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah tersebut. 

“Pada penerapan QR Code bahwa merchant atau penjual yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran. Itu sangat memudahkan kita dalam penggunaannya untuk keperluan transaksi itu sendiri,” pungkas Yukon Afrinaldo.[]