LHOKSEUMAWE – Keluhan nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) terkait layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang ngadat akhirnya sampai juga kepada Kepala Kantor Perwakilan BI Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo.

Menurut Yukon Afrinaldo, apabila ada nasabah yang pernah mengalami gagal dalam melakukan penarikan uang di mesin ATM, segera datangi bank terdekat, karena di dalam ATM itu memiliki nomor record transaksi berapa jumlah lembar uang yang keluar. Begitu juga jika uang yang keluar dari mesin ATM jumlah yang tidak sama sesuai yang hendak ditarik atau tidak keluar uang tunai sama sekali juga ter-record berapa lembar jumlahnya.

“Maka perlu dilaporkan kepada bank bila ada masyarakat yang pernah mengalami hal tersebut. Karena pihak bank itu akan melakukan pengecekan fisik kepada kaset ATM,” saran Yukon Afrinaldo.

Namun, menurut Yukon Afrinaldo, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan terkait persoalan tidak keluarnya uang di ATM BRI saat nasabah melakukan penarikan. Sebagai otoritasnya terkait sistem pembayaran maka masyarakat bisa melaporkan ke BI, tapi ia menyarankan untuk diselesaikan di tingkat bank terkait terlebih dahulu. “Jika tidak ada solusinya maka BI akan memediasinya,” tegasnya.

Terkait persoalan tersebut, salah seorang nasabah BRI Syariah, Saiful, mengatakan kecewa terhadap pelayanan dari bank plat merah tersebut, karena sejak pelayanan BRI konvensional beralih ke BRI Syariah, penarikan uang tunai di ATM BRI dalam  wilayah Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara sering tidak keluar.

“Kondisi ini saya alami dalam beberapa bulan terakhir ini. Ketika melakukan penarikan bahkan uangnya tidak keluar walaupun tidak dalam jumlah banyak saya ambil, itu terjadi di mesin ATM Cabang BRI Samudera Geudong (Aceh Utara) dan Punteut (Lhokseumawe). Akan tetapi yang sangat mengecewakan lagi saldonya tetap berkurang atau dipotong, melihat seperti itu maka saya komplain ke BRI untuk menyampaikan keluhan tersebut,” ujar Saiful, Kamis 5 November 2020.

Setelah dikomplain ke BRI, lanjut Saiful, kemudian pihak bank meminta dirinya untuk mengkonfirmasi ke nomor yang ada di buku tabungan. Namun, ketika dikonfirmasi tidak tersambung, sehingga sampai saat ini saldo yang terpotong belum dikembalikan ke tabungannya.[]