JAKARTA – Bendahara Umum Partai Gerindra Thomas M Djiwandono menyebut partainya menghabiskan anggaran Rp134,7 miliar selama masa kampanye Pemilu 2019. Pengeluaran terbesar Partai Gerindra dihabiskan untuk alat peraga kampanye (APK).
“Dari sumbangan caleg (calon legislatif) Rp134,7 miliar, 72,5 persen itu pengeluaran APK,” kata Thomas ditemui usai menyerahkan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, 30 April 2019.
Dia merinci Rp97 miliar digunakan untuk APK, Rp16 miliar digunakan untuk pertemuan tatap muka, Rp5 miliar untuk pertemuan terbatas. Sementara sisanya digunakan untuk keperluan lain.
Thomas juga menyampaikan 95 persen uang tersebut berasal dari caleg. Sementara Partai Gerindra menyediakan dana Rp1 miliar. “(Pengeluaran caleg) yang paling banyak di atas Rp1 miliar (per orang), yang paling sedikit sekitar Rp100 juta,” ujar Thomas.
KPU membuka waktu pelaporan LPPDK para peserta Pemilu 2019 dari 22 April hingga 2 Mei 2019. Hari ini, beberapa partai juga dijadwalkan melaporkan LPPDK, Demokrat, PBB, dan Hanura.
Sementara pada hari sama, Partai NasDem juga melaporkan LPPDK. Wakil Sekretaris Jenderal Partai NasDem Dedy Ramanta mengatakan partainya menghabiskan dana Rp259 miliar.
Dedy menyampaikan pengeluaran terbesar untuk APK. Namun ia tak menyebut rincian dana untuk pengeluaran tersebut. Ia menuturkan biaya terbesar berasal dari para caleg. Caleg Nasdem mengeluarkan mulai dari Rp100 juta hingga Rp4 miliar dalam Pemilu 2019.
“Sekitar Rp80 miliar bersumber dari keuangan parpol dan sisanya Rp177 miliar itu adalah dari caleg kami,” ucap Dedy.
Ketua KPU Arief Budiman bakal membatalkan kemenangan peserta pemilu yang tak melaporkan LPPDK Pemilu 2019.
“Laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye itu kalau dia tidak menyerahkan, maka keterpilihannya bisa dibatalkan,” ujar Arief di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (26/4).[] Sumber: cnnindonesia.com




