Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaBiaya Pendaftaran Calon...

Biaya Pendaftaran Calon Keuchik di Gayo Lues Capai Rp 50 Juta

BLANGKEJEREN – Hal ini seperti terjadi pada pemilihan keuchik di desa Bustanusalam, Kecamatan Blangkejeren beberapa hari yang lalu, empat calon keuchik harus mengeluarkan  uang pendaftaran hingga Rp 50 juta untuk biaya pembelian kertas suara, honor panitia, dan biaya lainya.

Berdasarkan Qanun Aceh no 4 tahun 2009 tentang tata cara pemilihan dan pemberhentian Keuchik di Aceh Bab XIII, biaya pemilihan keuchik di pasal 47 ayat (1) menjelaskan, biaya penyelenggaran pemilihan keucik bersumber dari anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong, Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten/Kota dan Sumber dana lain yang sah dan tidak mengikat.

Di pasal (2) disebutkan, biaya penyelanggaran pemilihan sebagaimana dimaksut ayat (1) dipergunakan antara lain, administrasi yang meliputi pengumuman, undangan, kotak suara, surat suara, foto calon dan kegiatan kesekretariatan lainya, pendaftaran pemilih, bilik suara, honorium panitia, konsumsi dan biaya rapat-rapat, honorium petugas dan, pengadaan/sewa alat perlengkapan

Kabag Tata Pemerintahan Sekda Kab Gayo Lues, Irwansyah, Senin, 18 November 2019 mengatakan, di bagian Tata Pemerintahan Pemkab Gayo Lues sama sekali tidak ada anggaran untuk biaya pemilihan keuchik di seluruh Gayo Lues, dan belum pernah dianggarkan selama beberapa Kabag menjabat di situ.

“Seharusnya kepala desa yang mengetahui masa jabatannya akan habis dalam waktu dekat, menyusun program itu dan memasukanya ke program berikutnya, bahwa akan ada pemilihan kepala desa, jadi dana ADK bisa dibebankan untuk pemilihan kepala desa, itupun berdasarkan persetujuan pihak kecamatan dan Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Kampung (DPMK),” katanya.

Mengenai boleh tidaknya dipungut biaya dari calon kepala desa, bagian Tata Pemerintahan tidak bisa menjawabnya lantaran bukan ranahnya, sedangkan menyangkut adanya pariasi uang pendaftaran kepala desa di Gayo Lues, ia mengatakan jumlah penduduk di satu desa itu memang sangat berpegaruh besar atau kecilnya biaya yang dibutuhkan.

“Di Tahun 2020 ini akan ada pemilihan serentak kepala desa di Gayo Lues dengan jumlah 57 desa, kalau itu ada dianggakan untuk kepanitiaan, dan pelantikan, itu sudah kita susun Perbupnya, kalau yang lain belum diatur,” jelasnya.

Untuk menghindari adanya biaya pendaftaran dari calon Kepdes di masa yang akan datang, Irwansyah mengaku akan berkoordinasi dengan DPMK mengenai apakah bisa dianggarkan dari dana ADK setiap hendak pemilihan Kepala Desa atau tidak. [Win Porang]

Baca juga: