BANDA ACEH – Saat perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2017 kemarin beragam hal terjadi. Salah satu yang paling unik di Aceh adalah munculnya tiga bendera dalam satu negara kesatuan. Bendera itu adalah Merah Putih, Bintang Bulan, dan Alam Peudeung.
Kemunculan Merah Putih tentu dapat dimaknai hal yang sangat normal karena saat ini Indonesia sedang merayakan kemerdekaannya. Namun, kemunculan dua bendera lainnya memunculkan tanda tanya. Ada apa?
Peneliti Jaringan Survei Inisiatif (JSI), Aryos Nevada mencoba memahami kejadian tersebut. Ia mengatakan, ada pesan tersirat dalam kejadian itu. Kemunculan Bintang Buleun dan Alam Peudeung menurutnya bermakna bahwa bendera Aceh tidak tunggal.
“Ini pesannya adalah bendera Aceh tidak tunggal. Bendera Aceh tak mesti Bintang Bulan,” kata Aryos kepada portalsatu.com melalui sambungan seluler, Jumat, 18 Agustus 2017.
Ia menduga ada para pihak yang ingin menyampaikan pesan bahwa bendera Aceh tak mesti Bintang Bulan. Namun bendera Aceh juga bisa bendera Alam Peudeung. Hal ini menjadi pesan untuk polemik bendera dan lambang Aceh yang sampai saat ini belum selesai.
Berbeda dengan Aryos, akademisi FISIP UIN Ar-Raniry, Danil Akbar Taqwadin mengatakan munculnya kembali dua bendera tersebut adalah bentuk protes dari proses damai yang dianggap belum sepenuhnya selesai.
“Bendera ini muncul lagi karena masih ada konsensus perdamaian yang belum dilaksanakan, dengan bermacam alasan dan hambatan,” kata pria yang mengajarkan ilmu politik ini.[] (*sar)



