SUBULUSSALAM – Keputusan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam nomor urut 5, H. Affan Alfian Bintang, S.E., – Drs. Salmaza, M.AP., atau ‘Bisa’ mengubah jadwal kampanye akbar dari 3 Mei menjadi 21 Juni 2018 diakomodir oleh KIP Subulussalam, tapi mendapat protes empat paslon lainnya.
Protes tersebut disampaikan calon Wali Kota Subulussalam nomor urut 1, drh. Jalaluddin bersama Ketua Tim Pemenangan Paslon H. Asmauddin, S.E., – Hj. Asmidar, S.Pd., atau ‘Hamas’, Ardhiyanto Ujung, Ketua Tim Pemenangan Paslon H. Anasri, S.T., M.T., – Ustaz Sabaruddin, S.Pd.I., H. Ansari Idrus Sambo, dan Ketua Tim Pemenangan Paslon Hj. Sartina, S.E., M.Si., – Dedi Anwar Bancin, S.E., atau ‘MeSada’, Bakhtiar Husen didampingi Sekretaris MeSada, Safran Kombih, dalam konferensi pers di salah satu warung kopi, Rabu, 2 Mei 2018, sore.
Dalam surat ditandatangani Ketua KIP Kota Subulussalam, Drs. Syarkawi Nur tentang perubahan jadwal kampanye tertanggal 1 Mei 2018, Bintang – Salmaza sebelumnya mendapat kesempatan kampanye pada 3 Mei, berubah menjadi 21 Juni 2018.
Empat paslon lainnya menolak perubahan jadwal kampanye Bintang – Salmaza dan meminta KIP Kota Subulussalam membatalkan hal itu karena dinilai tidak sesuai dengan keputusan bersama yang sudah disepakati semua paslon dan lima komisioner KIP pada 7 Maret 2018 lalu.
Empat paslon ini juga akan membuat laporan kepada Panwaslih Kota Subulussalam dan Panwaslih Aceh serta melayangkan gugatan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.
“Saya heran, kok, begini jadinya. Mari kita bersaing secara sehat, ikuti aturan yang telah dibuat,” kata calon Wali Kota Subulussalam, drh. Jalaluddin.
Sementara Ansari Idrus Sambo menilai, keputusan KIP Kota Subulussalam mengakomodir perubahan jadwal kampanye Bintang – Salmaza berpotensi memancing keributan di Pilkada 2018.
“Ini akan memancing keributan pilkada tidak damai, ini tidak adil, kami sudah konsisten, ini hasil undian kesepakatan kita bersama. Artinya kita sepakat apa yang kita tarik selama ini. Kalau dia tidak mau hilang jatah dia, kami harap KIP mengembalikan ke aturan awal,” tegas Ketua Tim Pemenangan Anasri – Ustaz Sabaruddin (Ogek Anas – Ustaz Sabaruddin) yang sudah menggelar kampanye akbar pada 30 April 2018.[]



