SUBULUSALAM – Pemerintah Kota Subulussalam melaunching program 1 Kampong 1 hafiz dilanjutkan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) di gedung serbaguna Pendopo Wali Kota Subulussalam, Jumat, 13 November 2020.

Kegiatan tersebut program unggulan Wali Kota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, S.E., bersama Wakil Wali Kota Drs. Salmaza, M.A.P., merupakan janji politik saat Pilkada 2018 lalu. Kini, Bintang-Salmaza mewujudkan janji politik tersebut masuk 10 program prioritas, salah satu program 1 kampong 1 hafidz, menjadi langkah awal Subulusalam menuju kota santri.

Launching program 1 kampong 1 hafidz ini langsung dihadiri Wali Kota Affan Alfian Bintang bersama Salmaza dilanjutkan Penanggulangan MoU melibatkan Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong serta pimpin pondok pesantren disaksikan Ketua DPRK Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang dan Plt Kadis Kominfo Baginda Nasution, Ketua MPD Jaminuddin dan Plt Kepala Inspektorat Sarifudin.

Wali Kota Affan Alfian Bintang mengatakan program ini untuk menggalakkan kegiatan keagamaan di kampong-kampong untuk membentuk karakter generasi Subulussalam menjadi generasi Qurani serta dapat membentengi diri dari pengaruh globalisasi dan perkembangan zaman.

Melalui program ini akan lahir hafiz dan hafizah di kampong-kampong merupakan aset kebanggaan orangtua wali murid dan masyarakat Kota Subulussalam pada umumnya, juga menjadi aset buat diri sendiri di akhirat kelak.

“Kami haqul yakin ini akan menjadi amal ibadah bagi kita semua, karena yang kita tempa ini seorang hafiz penghapal alquran. Menjadi bagi kampong, aset pemerintah Kota Subulussalam, juga aset di akhirat kelak,”  kata Wali Kota Affan Alfian Bintang dalam siaran pers dari Kabag Humas dan Protokol Setdako Subulusalam, M. Amrin Cibro, S.Sos, M.M.

Program ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas SDM tidak hanya di sektor teknologi dan pendidikan umum saja, tapi juga peningkatan SDM di bidang keagamaan.

Bintang menyebutkan program ini tidak akan berjalan mulus tanpa dukungan nyata, terutama para kepala desa yang menjadi ujung tombak untuk mensukseskan program 1 kampong 1 hafiz.

Karena itu, ia mengajak semua lapisan masyarakat bersama-sama membangun sinergitas, agar masing-masing desa mampu melahirkan 1 hafiz, menjadi modal awal menuju  Subulusalam sebagai kota santri.[Rilis Humas dan Protokol Setdako Subulusalam]