BIREUEN – Nafiza Zahwa (3) dikabarkan hilang terseret arus irigasi di Desa Blang Dalam, Kecamatan Makmur, Bireuen, Jumat, 8 Mei 2020 sekitar pukul 16.30 WIB. Saat kejadian arus irigasi di lokasi kejadian sangat deras.

Menurut informasi bocah anak pasangan Bakhtiar dan Suryani terseret arus saat bermain dengan abangnya Muhammad Darsya (8) di dekat alur irigasi dekat rumahnya. Mereka diduga luput dari pengawasan orang tuanya. 

Orang tua korban yang tidak tahu keberadaan Nafiza mencoba mencari di sekitar rumah tapi tidak ditemukan. Tetapi kemudian mereka menyadari kalau korban terbawa arus irigasi yang deras sebab hujan yang mengguyur wilayah itu.

Musibah itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Muspika Makmur. Kapolsek Makmur Ipda Azharuddin dan unsur muspika lainnya meluncur ke lokasi untuk melakukan upaya pencarian.

Disusul personel Tagana Dinsos Bireuen dan Tim Basarnas serta warga turut melakukan pencarian. Tim gabungan terus melakukan pencarian hingga pukul 22.00 WIB. “Korban belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan Sabtu, 9 Mei 2020 pagi,” ucap Kapolsek Makmur.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Bireuen Teguh Mandiri Putra S.STP mengatakan sebab intensitas hujan yang tinggi di seluruh wilayah Kabupaten Bireuen mengakibatkan banjir luapan di enam kecamatan.

Seperti di Kecamatan Juli banjir terjadi di Desa Batee Raya dan Jalan Bireuen-Takengon di kilometer 7 Desa Blang Keutumba dengan ketinggian air mencapai 30-40 sentimeter. Di Kota Juang terparah di Desa Bireuen Meunasah Capa.

“Banjir luapan juga terjadi di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Peusangan dan Peusangan Selatan dan di Kecamatan Makmur yang mengakibatkan seorang bocah hilang terseret arus irigasi,” kata Teguh Mandiri Putra.

Teguh mengatakan dari pantauan tim BPBD Bireuen, sejumlah sungai di wilayah kabupaten itu airnya di atas batas normal dan berarus sangat deras. “Pemantauan terus dilakukan di lapangan,” katanya. [**]