Sarat manfaat adalah pertimbangan utama saya saat memulai suatu bisnis. Jangan sampai kita menjual barang yang membuat orang tambah konsumtif. Atau menjual makanan yang membuat orang terganggu kesehatannya.

Umur saya sudah 40 lebih. Itu artinya, waktu yang tersisa sangatlah terbatas. Saya hanya ingin menekuni bisnis yang sarat manfaat, seperti pendidikan dan kesehatan. Menurut saya, adalah menyedihkan kalau bisnis cuma menghasilkan uang.

Kita sama-sama tahu, selama puluhan tahun Muhammadiyah dan NU fokus pada bidang pendidikan dan kesehatan. Tentu ini bukan kebetulan atau pertimbangan asal-asalan. Melainkan karena dua bidang itu sarat manfaatnya dan sangat krusial.

Guru saya berpesan, “Siapakah orang yang merugi itu? Mereka yang mengabaikan waktu dan mengabaikan nasehat. Oleh karena itu, manfaatkan setiap waktu dengan baik dan ambil setiap nasehat yang baik-baik. Jika ini dilakukan, mudah-mudahan kita serta keluarga kita akan masuk dalam kelompok yang beruntung.” 

Pesan dari guru saya ini terinspirasi dari Surah Al-Asr. Saya menceburi dunia pendidikan, tepatnya TK, SD, dan kampus yang menyebarkan nilai-nilai entrepreneur, karena ingin menghadirkan manfaat nyata dan perubahan nyata untuk negeri ini. Ya, saya berharap muncul lebih banyak lagi pengusaha di negeri ini.

Selain TK, SD, dan kampus, saya juga menekuni pendistribusian produk kesehatan. Sengaja saya tidak masuk ke toko-toko besar, walaupun banyak pihak yang menawarkan dan sepertinya dari segi margin lebih menguntungkan. 

Sampai detik ini, saya tetap memilih membuka kemitraan bisnis untuk pemula, sebut saja agent dan reseller. Setelah bergabung, mitra-mitra ini saya bimbing dengan all out.

Melalui cara ini, alhamdulillah banyak orang yang akhirnya memberanikan diri untuk mencari nafkah dari bisnis. Jadi agent. Jadi reseller. Sarat manfaat, insya Allah. Membawa perubahan, insya Allah. Dan Jumat nanti saya kembali membuka kesempatan untuk bermitra.

Pada akhirnya saya pun berharap, semoga bisnis teman-teman juga tambah maju dan tambah berkembang. Aamiin. Bahkan lebih dari itu, bisnisnya menjadi bisnis yang sarat manfaat, bukan bisnis yang semata-mata menukarkan uang dengan barang.[]

Oleh Ippho Santosa, penulis, trainer dan mentor bisnis.