Kamis, Juli 25, 2024

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...
BerandaEkonomiBisnis Jus Buah...

Bisnis Jus Buah Semakin Gairah

Setelah efek pandemi yang menuntut daya tahan tubuh tinggi, bisnis jus buah sepertinya terus meningkat,  walaupun secara global kita belum terbebas dari korona. Banyakya platform order online juga mempercepat perkembangan usaha bisnis mikro ini.

Seorang budayawan di kota saya,  Tuan Thayeb,  pernah memimpikan dalam novelnya,  Aceh 2025, bahwa pada saat itu,  sepanjang jalan dan emperan toko serta kios kios,  akan siaga dengan layanan jus buah. Bahkan,  dia mengisyaratkan,  orang orang akan mulai melupakan kopi.  orang orang akan lebih memilih jus,  yang tentu lebih sehat dari kopi,  secara nutrisi dan gizinya.

Saat itu (di novelnya, 2025), tak kelihatan lagi orang yang bebas merokok di mana saja: yang sering terlihat adalah gerai gerai buah dan jus.

Antara Gerai Jus Buah dan Teh Thai:

Sekarang sudah sangat banyak kita saksikan gerai dan kios jus buah. walau pertumbuhan warung kopi (kasus Aceh) masih meningkat. Itu seiring dengan menjamurnya teh thai dan minuman instan serbuk lainnya yang bervarian rasa dan nama, dengan gaya modern dan minimalis pula.

Namun gerai gerai jus buah telah memberi nuansa peluang bisnis yang mengundang fulus. Modalnya bisa diatur,  murah,  lokasi bisa diakali,  penjualannya juga relatif tidak berisiko,  dengan margin keuntungan bersih 30% tentu menggiurkan.

Di Meulaboh ada Raja Jus

Untuk seukuran kota Meulaboh, Aceh Barat, ada Raja Jus yang brandingnya sudah kuat di masyarakat. Dengan kekhasan pada kualitas rasa, kekentalan jus, varian menu dan harga terjangkau,  dari harga 10k saja: itu bisa memenuhi standar nutrisi harian, itu slogannya.

Awalnya,  gerai Raja Jus,  hanya sepetak kecil, ukuran 3×3 (2018). Kini gerainya sudah lebih besar dan bisa melayani puluhan meja pelanggan dengan halaman yang luas,  rasanya juga tetap sama, varian jus pun beragam,  lengkap dengan tips sehat yang tampil di monitor.

Beberapa gerai sejenis lainnya ada yang menjual jus, minimal seharga 5K per cup, terutama untuk alpokat, jeruk, jambu dan mangga.

Memang,  sesekali ada kendala menipisnya stok buah yang berasal dari Medan dan Takengon (Aceh Tengah). Namun itu tidak sampai menurunkan omset secara signifikan.

Prospektif dan mudah dijalankan:

Secara umum,  bisnis  jus buah sangat prospektif,  siapapun bisa menjualnya asal komitmen, menjaga kebersihan dan mutu sajian.

Bentuk bisnis ini bisa menjadi  latihan bagi anak SMA yang ingin belajar bisnis, anak kuliahan juga relevan. Apalagi ibu rumah tangga, bisa memanfaatkan halaman depan rumah sebagai kafe mini untuk jualan jus buah.

Usaha terberat di awal bisnis hanyalah menarik pelanggan,  memperkenalkan produk,  selebihnya tergantung kualitas rasa dan kecepatan layanan.

Baca lainnya: novel aceh 2025 :https://www.kompasiana.com/taufiqsentana9808/6151540f06310e461615a992/novel-aceh-2025-thayeb-lhoh-angen

Perkembangan informasi dan digitalisasi bisa mempermudah usaha ini,  seiring dengan semakin sadarnya masyarakat untuk memelihara kesehatan dengan makanan alami.

Jus buah memang solusi yang mudah dan relatif murah. selamat mencoba dan sukses![]

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Bisnis Jus Buah Semakin Gairah”, Klik untuk baca:

https://www.kompasiana.com/taufiqsentana9808/61d153b506310e2d9068efe3/bisnis-jus-buah-semakin-gairah?page=all#section1

Kreator: Taufiq Sentana.

Baca juga: