Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBlang Mangat Juara...

Blang Mangat Juara Rapai Urouh di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Tim Rapai Urouh Kecamatan Blang Mangat meraih piala bergilir Ketua DPRK pada Festival Rapai Urouh se-Kota Lhokseumawe di Lapangan Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Muara Dua, Sabtu, 8
Oktober 2016, malam.

Tim Blang Mangat dikoordinir Tgk Khairul juga berhak mendapat tropi tetap dari Dewan Kesenian Aceh (DKA)  Lhokseumawe selaku penyelenggara dan dana pembinaan Rp5 juta.

Sedangkan juara dua diraih tim tuan rumah Kecamatan Muara Dua, yang memperoleh tropi tetap dan dana pembinaan Rp 4 juta. Sementara tim Kecamatan Muara Satu sebagai juara ketiga mendapatkan tropi dan dana pembinaan Rp 3 juta.

Ketua DKA Lhokseumawe, Nazaruddin alias Peutuha Din mengatakan, Festival Rapai Urouh tahun ini peserta dibatasi umur. “Peserta merupakan penabuh rapai terbaik yang diambil dari sejumlah grup rapai mewakili kecamatan masing-masing,” ujar Peutuha Din melalui siaran pers diterima portalsatu.com.

Peutuha Din menyebut Festival Rapai Urouh ini untuk menumbuhkan minat generasi muda dalam  melestarikan seni tradisi Aceh yang turun-temurun. “Festival ini akan kita jadikan agenda tahunan di Kota Lhokseumawe. Semoga ke depan akan digelar lebih meriah,” katannya.

Pembina Rapai Urouh Kota Lhokseumawe, M. Yasir Umar mengatakan, pihaknya akan terus mendorong pemerintah setempat agar membangkitkan kembali seni budaya Aceh, termasuk seni tradisi. “Terutama Rapai Urouh
yang sudah ditetapkan sebagai ikon seni budaya kota Lhokseumawe,” ujar Ketua DPRK Lhokseumawe ini.

Yasir mengapresiasi DKA dan para pelaku seni di Lhokseumawe yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. “Saya berharap ke depan seni tradisi rapai semakin dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya di Aceh, tapi sampai ke tingkat internasional. Apalagi kabarnya  tahun 2017, Lhokseumawe akan menggelar Festival Rapai International,” ujar mantan
kombatan ini Yasir.[]

Baca juga: