Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaInspirasiBudayaAlat Musik Aceh...

Alat Musik Aceh Canang Ceureukeh, Dilestarikan Utoh Isa Daud

Canang Ceureukeh. @Ali Mursalan

Canang ceureukeh merupakan salah satu alat musik tradisional yang hampir punah. Untungnya ada Utoh Muhammad Isa Daud, laki-laki berusia 74 tahun, yang melestarikannya sehingga khazanah tersebut masih ada.

Utoh Isa ini menetap di Dusun Keramat, Gampong (Desa) Paya Teungoh, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara. Di usia senjanya ini, sebuah alat musik dengan berbahankan kayu telah dia lestarikan.

Dengan berbahankan empat bilah kayu berukuran hampir sama yang tersusun secara berbaris dengan penyangga yang terbuat dari kayu. Karakteristik inilah yang membedakan canang ceureukeh dengan canang lainnya yang ada di Kabupaten Pidie dan di Aceh Singkil dan Aceh Selatan, di mana bilah kayu canangnya berjumlah tujuh sampai sembilan bilah kayu yang diletakkan atas paha para pemain saat alat musik ini dimainkan. Canang Ceureukeh. @Ali Mursalan

  1. Kegunaan Alat Musik Aceh Ini dalam Sosial Budaya

Dalam sebuah wawancara dengan Isa Daud di kediamannya yang menjadi tempat usahanya, Senin, 18 Januari 2021, dia mengatakan bahwa pada mulanya, alat musik Aceh canang ceurekeuh berfungsi sebagai sebuah alat musik yang dimainkan secara bersama-sama.

“Menurut kebiasan di masa lalu, musik canang ini dimainkan secara bersama dengan pemainnya berjumlah 6 orang pada saat menjelang panen di sawah dan pada pasca panen. Luapan rasa kegembiraan masyarakat atas masa panen tersebut diekspresikan melalui pesta hiburan rakyat di persawahan dengan memainkan canang ceureukeh secara bergantian,” kata Isa Daud.

Isa menjelaskan, dari segi bentuknya, canang ceureukeh memiliki karateristik dengan empat bilah kayu berukuran hampir sama yang tersusun secara berbaris dengan penyangga yang terbuat dari kayu. Kayu canang ini dimainkan secara dipukul dengan alat yang terbuat dari kayu. Alat musik canang ceureukeh mampu menghasilkan suara yang khas dan sangat nyaring dengan nada yang berbeda pada setiap bilahnya. Karakteristik inilah yang membedakan canang ceureukeh dengan canang lainnya yang ada di Aceh.

Ichsan Nanda bersama Muhammad Isa Daud. @Ali Mursalan

Penulis bersama dengan Muhammad Isa Daud selaku pembuat dan pemain canang ceureukeh pada saat observasi dan wawancara singkat di kediamannya, Senin, 18 Januari 2021.

Seperti dapat diketahui bahwa di Aceh terdapat beberapa alat musik Aceh canang dengan karakteristik tersendiri. Aceh Tengah memiliki canang yang terbuat dari perunggu atau kuningan dan berbentuk menyerupai bonang. Canang trieng berbahan bambu terdapat di Kabupaten Pidie dan di Aceh Singkil dan Aceh Selatan ada Canang berbahankan tujuh sampai sembilan bilah kayu yang diletakkan atas paha para pemain saat alat musik ini dimainkan.

Gambar 1: Proses pembuatan Canang Ceureukeh dengan bahan dasarnya kayu yang berjumlah 4 (empat) bilah dengan lekukan di bagian masing-masing bilahnya. Pada lekukan ini merupakan media yang dipukul sehingga menghasilkan suara yang khas dan bunyi yang nyaring. Canang Ceureukeh. @Ali Mursalan

2. Upaya Pelestarian alat musik Aceh Cangan Ceureukeh

Sebagai bentuk pelestarian, alat musik Aceh canang ceurekeh telah dikaji secara ilmiah melalui penelitian berbentuk tesis atas nama Ilham Maulana pada Tahun 2018 yang berjudul “Kajian Organologi Alat Musik Tradisional Canang Ceureukeh di Kota Lhokseumawe”, Universitas Pendidikan Indonesia.

Selain itu, alat musik Aceh canang ceureukeh pernah tampil pada event “Aceh Internasional Percussion” yang diselanggarakan di Kabupaten Bireuen pada Tanggal 12 sampai dengan 15 Oktober 2019.[](tla)

Penulis: Ichsan Nanda, Mon Geudong, Lhokseumawe.

Daftar Isi:

  1. Kegunaan Alat Musik Aceh Ini dalam Sosial Budaya
    2. Upaya Pelestarian alat musik Aceh Cangan Ceureukeh

Baca Juga http://portalsatu.com/news/2020/11/fadhil-mjf-musik-aceh-sekarang-maju-ada-yang-go-nasional/

Baca Juga: https://thayeblohangen.wordpress.com/ 

Baca juga: