Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaNewsBlogger Aceh Kunjungi...

Blogger Aceh Kunjungi Ruang Memorial Perdamaian di Kesbangpol

BANDA ACEH – Belasan blogger Aceh yang tergabung dalam Komunitas Gam Inong Blogger (GIB) mengunjungi Ruang Memorial Perdamaian Aceh di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh di Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu, 23 Agustus 2017.

Ketua GIB Fardelyn Hacky Irawani mengatakan, kunjungan ini merupakan salah satu agenda komunitas untuk mempelajari sejarah perdamaian Aceh. Apalagi pada 15 Agustus lalu, Aceh baru saja memperingati hari perdamaian ke-12. 

Mumpung ini masih bulan Agustus, berbarengan dengan semangat hari kemerdekaan Indonesia, kita berkunjung ke sini. Harapannya pengetahuan para blogger mengenai sejarah perdamaian Aceh semakin bertambah, dan kita bisa menuliskannya di blog masing-masing sebagai sosialisasi bagi masyarakat luas juga. Minimal publik atau teman-teman kita di luar jadi tahu kalau di Aceh ada Ruang Memorial Perdamaian yang menyimpan artefak konflik Aceh,” ujar Hacky.

Di era digital ini, kata Hacky, kehadiran para blogger turut memberikan kontribusi positif bagi promosi suatu daerah. Bahkan, kata dia, tak jarang komunitas dan personelnya digandeng oleh instansi atau lembaga untuk membantu publikasi dan promosi lembaga tersebut.

“Beberapa instansi pemerintah malah memiliki komunitas yang mereka bina sebagai perpanjangan tangan dalam menyebarkan berbagai informasi. Misalnya Kementerian Pariwisata melalui komunitas Generasi Pesona Indonesia, dan Kementerian Informasi Komunikasi melalui Relawan TIK-nya.”

Lebih lanjut, Hacky mengatakan, keberadaan Ruang Memorial Perdamaian Aceh ini perlu mendapatkan sosialisasi yang masif. Di sinilah, kata dia, blogger turut ambil peran sebagai salah satu unsur masyarakat berbasis komunitas.

“Karena basic dari blogger ini aktivitasnya menulis, kita akan bantu sosialisasi lewat tulisan nanti. Mudah-mudahan bisa menjadi viral,” ujar Hacky.

Kedatangan para para narablog tersebut diterima dua kurator Ruang Memorial Perdamaian Aceh, Farisya dan Muhammad Mardian. Belakangan Sekretaris Badan Kesbangpol Aceh T. Nasruddin juga menemui dan berdiskusi banyak hal menyangkut proses perdamaian di Aceh.

Mardian mengatakan, Ruang Memorial Perdamaian Aceh merupakan sarana edukasi bagi masyarakat untuk belajar mengenai sejarah penyelesaian konflik Aceh. Di sini dipamerkan foto-foto yang merekam jejak konflik Aceh hingga setelah perdamaian.

“Namun foto-foto di sini sudah disortir, yang berbau kekerasan tidak kita tampilkan. Video dokumenternya juga begitu, ada beberapa yang menjadi koleksi di sini. Salah satunya yang sedang ditayangkan ini,” kata Mardian.

Di ruang ini juga tersedia ratusan judul buku yang bisa dibaca di tempat. Bagi pengunjung yang ingin berkunjung, Ruang Memorial Perdamaian ini dibuka setiap hari kerja dari pagi sampai sore.[] (*sar)

Baca juga: