BANDA ACEH – Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi Aceh (BPMA) menyatakan, perusahaan migas asal Spanyol, Repsol baru dapat mengebor sumur eskplorasi pertama Rencong 1X di Blok Andaman III pada kuartal empat 2020. Pasalnya, peralatan yang dipesan dari luar negeri baru dikirim pada Oktober 2020.

“Kontrak diharapkan sudah selesai dan ditandatangani pada akhir Januari dengan estimasi pengiriman di Oktober 2020,” kata Kepala BPMA, Teuku Mohamad Faisal, 6 Desember 2019.

Sebelumnya, BPMA menargetkan Repsol akan melakukan pengeboran pada awal 2020 setelah target pengeboran direncanakan tahun ini gagal.

Repsol juga tengah mencari mitra untuk melanjutkan pengeboran sumur eksplorasi Rencong 1X. Adapun salah satu perusahaan yang sudah menyatakan minat adalah BUMN migas asal Malaysia, Petronas. Sebelumnya, Faisal menyebut Repsol tak bisa sendiri dalam melanjutkan pengeboran sumur eksplorasi. Untuk itu, perusahaan migas asal Spanyol ini berencana melepas sebagian kepemilikan hak partisipasinya.

“Untuk mengebor satu sumur ini Repsol butuh partner. Salah satunya, ada Petronas yang mengajukan (minat),” ujar Faisal,, beberapa waktu lalu.

BPMA mengungkapkan, potensi cadangan migas di Blok Andaman III berkisar 3 hingga 4 triliun kaki kubik atau TCF. Hal ini berdasarkan survei seismik yang dilakukan Repsol selaku kontraktor blok tersebut.

Blok Andaman III meliputi area seluas 8.440 kilometer persegi. Blok ini terletak di kedalaman air 1.300 meter dalam kawasan cekungan Sumatera Utara. Andaman III merupakan blok eksplorasi yang dimenangkan Talisman pada lelang wilayah kerja tahun 2009. Namun, pada 2015, Repsol mengakuisisi penuh Talisman sehingga blok itu hingga kini dikelola Repsol.

Reporter: Verda Nano Setiawan.[]Sumber: katadata.co.id