SUBULUSSALAM – Badan Narkotika Kota Subulussalam mengadakan tes urin di kalangan siswa SMA sebagai bentuk sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Kegiatan itu dibuat di dua sekolah berbeda yaitu di SMA 1 dan SMKN Simpang Kiri Subulussalam, Kamis, 28 Januari 2016.
Tim terdiri dari gabungan BNK, Polri, TNI, Dinas Kesehatan dan RSUD yang diketuai Wakil Wali Kota Subulussalam Salmaza. Pada kesempatan itu Wakil Wali Kota mengatakan, lewat kegiatan ini diharapkan pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah dilakukan sejak dini.
Kita ingin melihat secara dekat bagaimana keterlibatan anak-anak dengan narkoba, apabila dari hasil tes terdapat positif menggunakan narkoba, maka akan kita lakukan pembinaan-pembinaan kata Salmaza melalui siaran pers yang diterima redaksi.
Ia menambahkan, selama sosialisasi berlangsung, diambil sampel tes urin pada 50 siswa di setiap sekolah yang dikunjungi. Harapan kita bersama agar daerah kita khususnya Kota Subulussalam dapat terbebas dari narkoba yang dapat merusak generasi kita, katanya.
Salmaza juga menegaskan, pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tugas BNK dan pemerintah saja, melainkan peran serta seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Khususnya para orang tua harus lebih ekstra dalam mengawasi anak-anaknya di lingkungan dan pergaulan karena pada usia remaja merupakan masa yang sangat rentan terhadap pengaruh narkoba.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Adri, M. Kes menjelaskan, narkoba bisa digunakan oleh orang sakit, namun tidak boleh digunakan oleh orang yang sehat karena dapat mengganggu saraf otak, kejiwaan daya ingatan menurun dan bahkan kematian. Obat obatan terlarang bukan solusi untuk memecahkan masalah.
Teradapat 2 kebiasaan yang merupakan pintu masuknya narkoba kepada remaja, yaitu merokok dan minuman keras, apabila remaja sudah merokok dan meminum minuman keras maka dia sangat berpotensi terjerumus dalam penggunaan narkoba, katanya.[](ihn)



