Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsBNNP Aceh Launching...

BNNP Aceh Launching ‘Mongeudong Bersinar’, BI Lhokseumawe Bantu 60 Ribu Bibit Lele

LHOKSEUMAWE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh melaunching program “Mongeudong Bersinar, Tangguh, Mandiri dan Berakhlak Mulia”, serta Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) untuk budidaya ikan lele sistem bioflok kepada kelompok usaha Pemuda Gampong Mongeudong (PGM) Bersinar, di Gampong Mongeudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Senin, 5 April 2021, sore.

BI bersama BNN melakukan penaburan perdana bibit ikan lele sistem bioflok dari PSBI. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo, Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Heru Pranoto, Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, Danrem 011 Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro, Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto, dan Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, ikut melepaskan bibit ikan lele secara simbolis.

Yukon Afrinaldo mengatakan, pihaknya menyerahkan sebanyak 60 ribu bibit ikan lele kepada kelompok usaha PGM Bersinar. BI berterima kasih kepada BNN yang menginspirasi para pihak, dan untuk masyarakat Mongeudong, yang ikut berperan dalam upaya memberantaskan peredaran Narkoba.

“Tetapi program ini berlanjut atau tidak, itu tergantung masyarakat di Gampong Mongeudong. Kalau kita menjaga atau mengurus secara bersama-sama itu akan berlanjut,” kata Yukon Afrinaldo kepada wartawan.

Kepala BNNP Aceh, Heru Pranoto, menyebut ini program kerja sama Pemerintah Kota Lhokseumawe dan BI Lhokseumawe serta unsur TNI, Polri dengan program gampong tangguh. “Ini salah satu program untuk membangun masyarakat yang ada di sini agar betul-betul menjadi masyarakat yang berkualitas dari segi akhlaknya, dan mempunyai kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal mendapatkan pendapatan walaupun dari kegiatan ekonomi mikro yang bisa menggerakkan perekonomian di desanya sendiri”.

“Kalau program ini berkembang, tentunya akan sangat mendukung ekonomi masyarakat setempat khususnya di Mongeudong maupun tingkat Kota Lhokseumawe secara umum. Harapan kita adalah untuk menyelamatkan masyarakat yang diduga selama ini mungkin terpengaruh dengan menggunakan Narkoba, sehingga para bandar ataupun pengedar tidak bisa memengaruhi lagi (masyarakat) karena sekarang mereka sudah punya pendapatan yang halal dan akhlaknya menjadi cukup kuat,” ujar Heru Pranoto.

Menurut Heru, soal rawan peredaran Narkoba tentu tidak hanya di satu lokasi, ada juga di tempat lainnya. Oleh karenanya, kepentingan program seperti ini maka pihaknya perlu melakukan kerja sama dengan semua stakeholder. “Karena kalau hanya menangkap atau mengimbau saja dalam pemberantasan Narkotika, itu mungkin tidak maksimal sehingga perlu dilakukan pendekatan secara proaktif guna melakukan pencegahan tersebut”.

“Maka kita memberikan keterampilan dan diharapkan menjadi lebih efektif untuk menangkal masuknya penyalahgunaan Narkoba,” ucap Heru Pranoto. []

Baca juga: