LHOKSUKON Bom seberat sekitar 15 kilogram ditemukan warga di Gampông Abeuk Leupon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu, 13 Januari 2016. Bom diduga sisa konflik itu sudah tidak aktif lagi.
Bom rakitan tersebut pertama kali ditemukan oleh Jafar Ishak, 34 tahun, warga setempat sekitar pukul 18.00 WIB (kemarin). Saat itu Jafar yang baru pulang dari sawah berniat mengambil tanah di dekat irigasi untuk menimbun lahan di belakang rumahnya, kata Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi melalui Kapolsek Lhoksukon Iptu Hendra Gunawan Tanjung kepada portalsatu.com, Kamis, 14 Januari 2016.
Tiba-tiba, kata Iptu Hendra, Jafar melihat sebuah benda asing diduga bom menyembul dari tanah milik Geuchik Din. Ia kemudian melaporkan temuan tersebut ke Babinsa Koramil dan Polsek Lhoksukon. Kata dia, pihaknya lantas turun ke lokasi temuan bom itu, sekitar pukul 21.30 WIB.
Setelah diamati Tim Jibom, benda tersebut merupakan bom rakitan yang diduga sisa konflik. Bom itu sudah tidak aktif, hanya tinggal besi dan sudah tidak ada kabelnya. Bom berbentuk pipa itu memiliki berat 15 kilogram, panjang 50 sentimeter, dengan diameter 6 sentimeter, ujar Hendra.
Hendra menambahkan, bom tersebut telah diamankan Tim Jibom Dentasemen-B Satuan Brimob Polda Aceh ke Markas Brimob di Jeulikat, Lhokseumawe.[] (idg/*sar)


