ACEH UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara telah mendata rumah rusak akibat diterjang badai (angin kencang dan hujan deras) di sejumlah kecamatan dalam wilayah Aceh Utara, Kamis, 18 Juli 2024.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Asnawi, dalam keterangannya diterima portalsatu.com/, Jumat (19/7), mengatakan angin kencang mengakibatkan sembilan rumah masyarakat rusak berat dan ringan di tiga desa dalam Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Yaitu Desa Langkahan, Meunasah Blang, dan Tanjong Dalam Slt.

Asnawi menyebut hujan deras disertai angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang dan bangunan permanen maupun semi permanen di Kecamatan Tanah Luas rusak parah. Juga rusak berat kios atau lapak jualan warga di sepanjang jalan Simpang Rangkaya.

Desa-desa di Kecamatan Tanah Luas yang tekena bencana alam tersebut, kata Asnawi, Gampong Paya, Rangkaya dan Rayeuk (rusaknya bangunan/kios di sepanjang jalan), Ampeh (tumbang pohon yang menimpa rumah warga), Tengoh Bereugang, Jeumpa Bereugang. Selanjutnya, Gampong Teungku Diballe, Blang, Blang Jruen, Alue Keujrun, dan Rawa.

Menurut Asnawi, dampak badai juga terjadi di Kecamatan Nibong, rumah berkonstruksi kayu dan semi permanen pun hancur. Sejumlah gampong terkena musibah tersebut, yakni Sumbok Rayeuk, Keh Nibong, Paya Terbang, Ranto, Seulunyok, Tanjong Putoh, Kecamatan Nibong, Aceh Utara. Sebanyak 44 rumah rusak di bagian atap.

“Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Saat ini keadaan cuaca di Nibong mulai stabil seperti sedia kala. Untuk para korban atau pemilik rumah yang mengalami musibah kerusakan tidak ada yang mengungsi,” ujar Asnawi.

Asnawi menambahkan rumah atau tempat tinggal yang rusak parah tidak dapat dihuni dua unit di Kecamatan Matangkuli. Rumah itu milik Cut Salmawati (38), dan Syarwan (43) warga Gampong Ujong Kulam, Matangkuli, Aceh Utara.[]