SIGLI – Intensitas hujan tinggi dan terus mengguyur wilayah Kabupaten Pidie. Akibatnya, banjir di wilayah ini semakin meluas.
Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menurunkan sejumlah perahu karet guna mengevakuasi korban. Namun evakuasi terkendala karena BPBD Pidie hanya memiliki tiga perahu karet sehingga tidak mampu menjangkau seluruh lokasi.
“Kita sudah menyebarkan 3 unit perahu karet di tiga lokasi parah genangan air, Gampong Asan, Kecamatan Kota Sigli, Cot Rheng, Kecamatan Pidie dan Meunasah Mee, Kecamatan Grong-Grong,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, Apriadi, saat ditemui portalsatu.com/ di kawasan Cot Teungoh, Minggu, 3 Desember 2017.
Dia mengakui banyak wilayah yang meminta pengadaan perahu karet. Namun pihak kabupaten hanya memiliki tiga unit. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBA agar mendapat tambahan perahu karet untuk memudahkan evakuasi warga.
“Kami sudah mengontak BPBA di provinsi membantu tambahan beberapa unit perahu karet sebagai persiapan evakuasi warga di lokasi banjir. Hal ini diperlukan mengingat curah hujan masih tinggi hingga hari ini,” kata Apriadi.
Pantauan portalsatu.com/, di Gampong Asan, para korban terpaksa mengevakuasi barang mereka seperti sepeda motor dengan menggunakan raket dari rumpun batang bambu.
Berdasarkan data BPBD, jumlah wilayah yang masih banjir di Kabupaten Pidie di antaranya Kecamatan Pidie, Gampong Cot Teungoh, Tumpok 40, Keunire, Lampoh Lada, Cot Rheng dan Blang Galang. Di Kecamatan Kota Sigli, banjir melanda Gampong Asan, Blang Asan, Lampoh Krueng. Kecamatan Grong–Grong, Meunasah Me dan Kecamatan Padang Tiji, serta Meunasah Kupula.
“Wilayah ini merupakan banjir yang merendam pemukiman penduduk. Sementara wilayah lainnya juga terjadi genangan air namun tidak sampai merendam rumah warga,” kata Apriadi.[]



