LHOKSUKON – Puluhan warga di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara dievakuasi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengarungi sungai menggunakan rubber boat atau perahu karet, Minggu, 3 Desember 2017. Proses evakuasi dibantu anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Utara.

“Evakuasi sudah kita lakukan sejak pukul 09.30 WIB tadi untuk warga Gampong Trieng Reungkam, Pirak Timu. Pasalnya, ketinggian air di jalan Gampong mencapai 1,5 meter. Ada yang kita evakuasi menyeberangi sungai, ada juga yang kita evakuasi dari rumah ke meunasah (musala). Di Trieng Reungkam, ketinggian air bertambah dari pada kemarin,” ujar Sofyan atau Abu Yan, anggota RAPI Aceh Utara yang ditemui portalsatu.com/ di pinggiran sungai Gampong Asan Ara Keumudi, Minggu siang.

Kata Sofyan, usai evakuasi, pihaknya akan mengantar bantuan logistik ke Gampong Asan Krueng Kreh, Pirak Timu. “BPBD dan RAPI siap antar logistik ke tempat,” ucap Abu Yan.

Mahyuddin, pemuda Gampong Trieng Reungkam di lokasi yang sama menyebutkan, sedari pagi tadi, puluhan warga sudah dievakuasi.

“Dua keluarga dari Trieng Reungkam dievakuasi ke Punti Geulumpang Tujoh, ada juga dari rumah ke musala. Selain itu, warga Gampong Geulumpang dievakuasi Gampong Asan Ara Kemudi. Ratusan jiwa sudah mengungsi ke musala di gampong masing-masing,” pungkasnya.

Sementara itu, belasan warga di Gampong Lawang, Kecamatan Matangkuli memakai jasa penyewa perahu dayung untuk menuju ke jembatan setempat. Ketinggian air di Lawang melebihi 1 meter.

“Ada warga yang dievakuasi dari Lawang, namun ada pula warga yang memakai jasa perahu untuk mengunjungi keluarganya di Lawang,” ucap Azhar, anggota RAPI Aceh Utara sekaligus anggota Koramil Matangkuli, di lokasi.[]