SUBULUSSALAM – Badan Permusyawaratan Gampong (BPG) Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, memprotes kebijakan Geuchik/Kepala Desa Lae Langge Amran Manik memberhentikan Kepala Dusun Bahagia, Mudah.

Protes disampaikan sejumlah anggota BPG dan masyarakat Dusun Bahagia menyatakan keberatan atas pencopotan jabatan Mudah dari Kadus Bahagia dinilai tanpa sebab dan alasan. Mereka membubuhkan tandan tangan di atas selembar kertas sebagai bentuk penolakan atas pemberhentian Kadus Bahagia.

Ketua BPG Lae Langge, Pasibul Ihsan kepada portalsatu.com, Sabtu, 15 Juni 2019 malam, mengatakan Mudah, diberhentikan dari Kadus Bahagia secara tiba-tiba diumumkan Jumat kemarin tanpa sebab dan alasan yang jelas. Padahal, kata Pasibul Ihsan, sosok Mudah selama ini bekerja sangat baik dan disenangi warga Dusun Bahagia.

Pasibul Ihsan mengatakan penolakan ini tidak hanya dari BPG Lae Langge, tapi umumnya warga Dusun Bahagia memprotes kebijakan Kades. Hal ini dibuktikan banyak warga membubuhkan tandan tangan sebagai bentuk protes dan penolakan pemberhentian kadus mereka. Idrus Padang yang ditunjuk Kades Amran Manik menggantikan Mudah mendapat penolakan dari warga setempat.

“Kami terkejut pemberhentian Kadus Bahagia dilakukan secara tiba-tiba tanpa sebab dan alasan. Kami menduga ini dilakukan untuk kepentingan politik dia (Amran Manik) untuk Pilkades 2021 mendatang,” kata Ketua BPG Lae Langge Pasibul Ihsan.

Terpisah Kepala Desa Lae Langge, Amran Manik saat dikonfirmasi, Minggu, 16 Juni 2019 mengatakan proses pergantian Kadus Bahagia ke Idrus Padang tidak ada unsur politik, namun murni untuk kepentingan pelayanan publik agar pemerintahan desa berjalan lebih baik.

Terkait adanya penolakan sejumlah BPG dan warga Dusun Bahagia, Kades Amran Manik menyebutkan setiap kebijakan pasti tidak bisa memuaskan semua pihak, tetap saja ada pro dan kontra. Ia menegaskan, proses pergantian ini semata-mata untuk perbaikan pemerintahan desa.[]