JAKARTA – Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) akan menggelar Halal Bihalal dan Forum Silaturahmi Aceh Meusapat, di Jakarta, Ahad, 30 Juni 2019 mendatang. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Dialog Pembangunan Ekonomi Aceh Hebat”.

Kepala BPPA, Almuniza Kamal, S.STP., M.Si., mengatakan, sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, sejarah dan budaya, Aceh telah membuktikan bahwa negeri paling ujung Sumatera tersebut adalah daerah perdagangan internasional. Aceh pada abad ke-16 mampu memegang peran penting sebagai kekuatan ekonomi regional di kawasan Asia Tenggara.

“Karena itu, kita menggelar kegiatan silaturahmi dan diskusi untuk menggali dan membicarakan berbagai program terkait investasi, pengembangan, dan kemajuan Aceh ke depan,” ujar Almuniza Kamal di Kantor BPPA, Mess Aceh, Jalan Soeroso, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Juni 2019.

Almuniza Kamal mengatakan, forum diskusi itu nantinya juga akan dihadiri Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, M.T., dan diisi para pemateri andal yakni Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dr. Ir. Hamman Riza, M.Sc., Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof. Dr. Syamsul Rizal, M.Eng., dan Kapala Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Aceh, Ir. Sabri Basyah.

Kegiatan tersebut, lanjut Almuniza, diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat kegemilangan Aceh pada masa lalu beserta potensi ekonomi, kemandirian, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya.

“Apalagi, pasca-disahkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Aceh memiliki peluang dan instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk membangun perekonomian secara berkesinambung,” jelasnya.

Kegiatan tersebut akan menghadirkan 500-an tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat beragam latar belakang, profesi, disiplin ilmu, dan akan dilangsungkan di Kantor BPPA, Jalan Soeroso, No. 14, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. 

“Diharapkan, berbagai elemen masyarakat Aceh dapat hadir pada kegiatan itu dan memberikan masukan bersifat konstruktif demi pembangunan Aceh lebih baik,” jelas Almuniza.[](*)