JAKARTA – Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta menyalurkan bantuan tanggap darurat dari Pemerintah Aceh kepada masyarakat korban tsunami di Pandeglang, Banten, Senin, 24 Desember 2018, malam.
“Alhamdulillah bantuan tanggap darurat Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) untuk masyarakat Pandeglang-Banten telah kami salurkan, tepat pukul 19.30 WIB, di Desa Tingkil Sari, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang-Banten,” ujar Kepala BPPA, Almuniza Kamal, Senin malam.
Di desa itu, jumlah penduduk 1400 KK, pengungsi 982 orang tersebar di 20 titik. Jumlah korban meninggal dunia 12 orang, luka ringan 97 orang, dan luka berat 14 orang.
“Perjalanan dari Jakarta ke titik pengungsian itu 8 jam. Bantuan yang kami berikan berupa 50 dus mi instan, 20 kotak air mineral, 30 dus kue kering dan 10 makanan balita/bayi dengan total Rp5,5 juta. Bantuan diterima Bapak Sanari, Lurah Tingkil Sari,” kata Almuniza Kamal.
Berdasarkan informasi dari Komunitas/Pengurus Masyarakat Aceh/Ketua TIM Banten, Said M. Nur di Banten, “Alhamdulillah tidak ada korban dari masyarakat Aceh saat musibah tsunami, Sabtu (22/12) lalu”.
“Kami informasikan juga kepada masyarakat Pandeglang-Banten bahwa masyarakat Aceh kini sedang melakukan upaya penggalangan bantuan,” ujar Almuniza.
Saat menyalurkan bantuan tanggap darurat tersebut, Almuniza didampingi Azhar A. Banson, staf kesehatan di BPPA bersama sopir, Sukirman.[](rel)



