SUBULUSSALAM – Yayasan Mualaf Center (YMC) Kota Subulussalam menggelar buka puasa bersama dengan puluhan mualaf di kompleks YMC Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Selasa, 4 Mei 2021.
Kegiatan buka bersama tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Subulussalam, Drs. Salmaza, Wakil Ketua MPU Ustaz H. Mansur, Pimpinan Pondok Pesantren Raudatul Jannah, Ustaz Amrullah, Pembina YMC H. Syahyuril dan tokoh masyarakat Suka Makmur H. Abdul Hamid Padang atau akrab di sapa H. Joka.
Selain itu, turut hadir Komunitas Trail XTRIM Kota Subulussalam, Kepala Desa Suka Makmur Amiruddin dan sejumlah masyarakat di lingkungan sekitar. Buka puasa bersama tersebut, dilanjutkan dengan Salat Maqrib, Isya dan tarawih secara berjamaah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Salmaza menyerahkan bantuan beras diterima Ketua YMC Juliamin Banurea untuk selanjutnya dibagikan kepala puluhan mualaf yang tinggal di kompleks YMC Desa Suka Makmur, tempat pembinaan mualaf.
Salmaza mengapresiasi keberadaan pusat pendidikan dan pembinaan mualaf YMC di Kota Subulussalam, merupakan satu-satunya di Aceh. Selama ini, kata Salmaza seseorang menjadi mualaf setelah melafazkan dua kalimat syahadat, setelah itu tidak ada pembinaan lanjutan.
Akibatnya, tak jarang dari mereka pindah kembali ke agama asalnya, karena tidak adanya pembinaan yang dilakukan secara khusus dan berkelanjutan.
Karena itu, keberadaan YMC Desa Suka Makmur, menjadi kebanggaan bagi Kota Subulussalam, dapat menampung seseorang menjadi mualaf dilanjutkan pembinaan secara berkelanjutan seperti yang sudah dilakukan YMC selama ini.
“Kami mengapresiasi pengurus YMC Kota Subulussalam yang sudah melakukan pembinaan mualaf, sehingga mereka sudah mulai tahu tata cara salat dan bacaan salat yang benar,” kata Salmaza.
“Dulu masuk Islam begitu saja tanpa ada pembinaan khusus. Ini luar biasa YMC yang sudah melakukan pembinaan, mudah-mudahan ke depan, YMC semakin berkembang,” kata Salmaza menambahkan.
Ketua YMC Kota Subulussalam, Juliamin Banurea mengatakan saat pihaknya sedang membangun empat unit rumah singgah di kompleks YMC. Satu unit bangunan berkonstruksi kayu tersebut telah rampung dibangun, sisanya tiga lagi sedang proses pengerjaan.
“Bangunan ini berkat bantuan dan dukungan dari para donatur dan berbagai kalangan,” kata Juliamin Banurea.
Ia menjelaskan, rumah singgah tersebut diperuntukkan bagi mereka baru menjadi mualaf dilakukan pembinaan secara khusus selama enam bulan. Di kompleks tersebut, ada sekitar 30 kepala keluarga (KK) mualaf tinggal di sana. Mereka menempati rumah singgah milik masyarakat yang dipinjamkan oleh YMC untuk para mualaf.
“Enam bulan pertama mereka wajib tinggal di sini, kita lakukan pembinaan selama enam bulan penuh. Setelah itu, baru boleh pindah, namun harus tetap mengikuti pengajian rutin setiap minggunya,” ungkap Juliamin Banurea. []






