Setelah sukses dengan novel perdananya Jejak Damai Aceh: Kisah Pergulatan Batin Aneuk Aceh kini Boyhaki Abul Azis alias Boy Abdaz kembali meluncurkan novel terbarunya Raifa dalam Dekapan Selembu. Novel ini diterbitkan oleh Bandar Publising pada Mei 2021.

Melalui Raifa dalam Dekapan Selembu kita bisa melihat pergeseran dari karya Boy Abdaz dari sebelumnya berkutat dengan konflik dan proses damai Aceh, kini lari ke hutan. Ini membuktikan bahwa kepedulian Boy Abdaz terhadap Aceh bukan hanya semata pada satu bidang saja, pasca konflik, setelah damai Aceh terwujud, ia tetap berkarya untuk Aceh yang lebih baik.

Melalui novel ini Boy Abdaz mengajak kita untuk menjaga lingkungan, terutama terkait dengan pelestarian hutan dengan segala keragaman hayati di dalamnya (flaura dan fauna). Di mata Boy Abdaz hutan telah menjadi korban korporasi yang berdampak pada hilannya keseimbangan, yang pada akhirnya juga akan berpengaruh terhadap kehidupan manusia.

Melalui sosok Raifa dalam novelnya itu Boy Abdaz mengetuk kesadaran dan keberpihakan kita kepada lingkungan. Raifa digambarkan sebagai sosok remaja yang memiliki interaksi kuat dengan hutan. Kecintannya kepada hutan membuat dirinya seperti terasing dari masyarakat kebanyakan. Raifa seolah telah menyatu dengan ruh alam.

Untuk menghidupkan cerita Raifa dan hutannya, Boy Abdaz dalam novel itu juga menghadirkan sosok Meutia, seorang aktivis lingkungan yang masih kerabat dengan Raifa. Keduanya berjibaku menyelamatkan hutan bersama beberapa komunitas pecinta lingkungan.

Dedikasi Raifa terhadap pelestarian hutan tidak setengah-setengah, ia sampai menulis surat kepada presiden. Suratnya dibalas oleh sang presiden dan Raifa kemudian menjadi Duta Hutan. Untuk mencapai itu tidak mudah, Raifa harus terlebih dahulu bergelut dengan gejolak batin dan kepahitan hidupnya.

Konflik batin Raifa itu digambarkan dengan apik oleh Boy Abdaz. Kepedulian dan keberpihakan Raifa pada pelestarian hutan tak lepas dari tragedi kematian ayahnya akibat banjir dampak dari hilangnya keseimbangan Selembu, sebuah kawasan pegunungan tempat keluarga Raifa hidup.

Boy Abdaz melalui sosok Raifa mengajak kita untuk kembali melihat alam secara bijak. Novel ini layak dibaca oleh semua kalangan, terutama oleh para pecinta alam dan lingkungan hidup.[]