Oleh Taufik Sentana*

Bulan akan segera hilang 
dari pangkuanmu. 
Entah itu bertanda buruk atau tidak. Begitulah isyarat alam:
Datang dan hilang
atau mengendap 
dalam takaran abadi.

Kita mencoba membaca 
dan memberi makna. 
Bahwa bulan yang hilang itu
telah menitipkan cerahnya 
yang bening dan sejuk 
lewat pelupuk malam.

Bulan hilang bukan rahasia
antara engkau dan aku. 
Bukan pula peristiwa biasa. 
Ia adalah pangkal upaya untuk sampai pada Sumber Cahaya.[]

*Peminat sastra sufistik