NISAM Memasuki bulan suci Ramadhan, buah timun suri sangat diminati sejumlah masyarakat di Kabupaten Aceh Utara. Sebab, buah tersebut sangat berkhasiat sebagai minuman saat berbuka.
Menanam timun suri, sudah menjadi kebiasaan petani di Desa Ule Blang, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara setiap menjelang bulan ramadhan, kata Razali kepada portalsatu.com, Sabtu 11 Juni 2016.
Menurut Razali, dua bulan menjelang bulan puasa para petani di kawasan itu sudah menanam timun suri sehingga dapat dipanenkan dalam bulan puasa.
Buah ini biasanya menjadi salah satu minuman favorit berbuka puasa yang dicampurkan dengan sirup merah, minuman ini juga berkhasiat untuk kesehatan, tambah Razali.
Razali mengakui membudidayakan tanaman khas bulan ramadhan tidak susah, bahkan modal yang dikeluarkan sangat kecil sementara hasil panen lumayan besar.
Kata Razali, masa tanam timun suri ini hanya membutuhkan waktu selama 60 hari untuk memasuki musim panen menjelang bulan puasa.
Untuk tahun ini hasil panen petani berkurang dan buahnya terlihat kecil. Sebab, faktor curah hujan yang sedikit dan kurangnya air. Hal ini menjadi salah satu kendala bagi para petani timun suri di Aceh Utara, sebutnya
Razali juga menyampaikan timun suri ini biasa dibeli oleh penampung (agen-red) dengan harga bervariasi dari harga Rp 1.000 hingga Rp 6.000/ buah.[]



