Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...

BUMD PT GLMP ‘Mati Suri’, Begini Penjelasan Sekda Gayo Lues

BLANGKEJEREN – Badan Usaha Milik Daerah PT Gayo Lues Mentalu Perkasa (GLMP) diduga ‘mati suri’ setelah direktur utama yang lama mengundurkan diri. Potensi daerah negeri Seribu Bukit yang seharusnya bisa dikelola untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih dibiarkan begitu saja.

Sekda Gayo Lues, Ir. Rasyidin Porang, Jumat, 21 Januari 2022, mengatakan Pemda Gayo Lues akan berupaya merekrut Direktur Utama (Dirut) PT GLMP yang baru, yang profesional dan berjiwa bisnis.

“Dalam waktu dekat ini,” kata Rasyidin melalui pesan WhatsApp saat ditanya kapan rencananya dilakukan perekrutan calon Dirut PT GLMP yang baru.

Setelah ada Dirut PT GLMP yang baru, kata Sekda Gayo Lues, pekerjaan rumah (PR) yang bersangkutan nantinya adalah menggali potensi daerah untuk meningkatkan PAD dan kesejahteraan masyarakat. Sebab, selama ini banyak potensi daerah yang dibiarkan, seperti pengelolaan mesin jonder, tempat wisata, minyak atsiri serai wangi dan nilam, serta potensi lainnya yang bisa meningkatkan PAD.

Mengenai aset PT GLMP, Sekda Gayo Lues mengaku tidak mengetahui secara detail apakah masih ada yang dikuasai oleh mantan dirut atau sudah diserahkan semua ke PT GLMP.

“Hal ini saya kurang tahu, silakan langsung konfirmasi dengan Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK),” katanya saat ditanya apakah semua aset yang dibeli Pemda Gayo Lues masih utuh semuanya atau masih ada yang dikuasai mantan direktur.

Kabid Aset BPKK Gayo Lues, Rustam Ependi, S.IP., dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait masalah aset PT GLMP, mengatakan aset BUMD tersendiri, dan beda pencatatannya dengan aset Pemda.

“Coba konfirmasikan ke direkturnya, kan ada Plt. Sudah ke Bagian Ekonomi Setda masalah Badan Usaha Milik Daerah,” kata Rustam.

Portalsatu.com mencoba mencari keberadaan Plt. Direktur PT GLMP dengan mendatangi kantor BUMD itu di Kampung Jawa, Blangkejeren. Namun, kantor tersebut sudah lama tutup, papan nama PT GLMP telah ambruk, sekeliling kantor dipenuhi semak, dan kondisi kantor tampak rusak parah.[]

 

Baca juga: