Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Subulussalam, Aceh, melaksanakan sejumlah program di masa pandemi Covid-19. Di antaranya, bekerja sama dengan Baitul Mal untuk menyalurkan masker dan hand sanitizer ke seluruh PAUD di Kota Subulussalam. Bantuan itu sebagai  program pencegahan penularan wabah Covid-19.

“Dan bantuan kepada anak yatim,” kata Mariani Harahap, usai dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kota Subulussalam oleh Istri Gubernur Aceh yang juga Bunda PAUD Provinsi Aceh, Dyah Erti Idawati, di Subulussalam, 19 November 2020. Acara itu menerapkan protokol kesehatan.

Mariani menyebutkan pihaknya bekerja sama dengan Bank Aceh memberikan makanan tambahan kepada PAUD se- Kota Subulussalam selama masa pandemi. Selain itu, bekerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta untuk menyalurkan dana CSR dalam membantu mengembangkan PAUD.

Dalam waktu dekat, kata Mariani, dilaksanakan program pelatihan bagi PAUD kecamatan dan PAUD desa bertujuan meningkatkan mutu pendidikan PAUD se- Kota Subulussalam. Kegiatan itu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19

Bunda PAUD Aceh, Dyah Erti Idawati mengatakan kalitas Pendidikan Anak Usia Dini sangat penting ditingkatkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia Aceh yang unggul dan siap menghadapi persaingan global amat ketat.

Dyah mengatakan usia dini merupakan periode emas bagi pertumbuhan otak anak. Pada usia tersebut anak akan menangkap dan mempelajari begitu cepat apapun yang dilihatnya. Melalui pendidikan PAUD, anak-anak dibekali berbagai nilai positif, sehingga tumbuh dan kembangnya diiringi dengan hal-hal positif, yang membentuk pola pikir yang produktif.

“Penelitian neurologis menunjukkan, pada usia 0-6 bulan otak anak berkembang 50 persen, usia 2 tahun berkembang 75 persen, usia 5 tahun 90 persen, dan pada usia 10 tahun sudah 99 persen. Lembaga PAUD sangat berperan membantu perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif maupun sosial anak-anak itu,” ujar Dyah.

Walikota Subulussalam, Affan Alfian Bintang, mengatakan keberadaan PAUD sangat strategis dalam membina tumbuh kembang anak secara optimal. Ia mengatakan, di usia dua hingga lima tahun anak acap meniru semua perilaku yang dilihatnya. “Untuk itu, kepada kita semua agar berhati-hati saat berperilaku di depan anak, sebab mereka menyerap semuanya,” kata Alfian.

Alfian berharap, Bunda PAUD dapat membangun layanan yang baik dan berkualitas di Kota Subulussalam. Melalui PAUD anak-anak di Kota Subulussalam diharapkan dapat menjadi anak yang unggul di masa mendatang. “Untuk itu kita semua bertanggung jawab untuk memastikan semua anak-anak kita dapat mengeyam pendidikan Paud,”ujar Walikota.[](Irm)