SUBULUSSALAM – Pj Bunda PAUD Kota Subulussalam, Hj. Siti Nahziah, S. Ag berkunjung ke Sekalah Dasar (SD) Negeri 1 Kota Subulussalam di Jalan Hamzah Fansuri, Kecamatan Simpang Kiri, Selasa, 16 Juli 2024.
Nahziah hadir ke SD percontohan itu, turut didampingi Pj Wali Kota Subulussalam, H. Azhari, S. Ag., M. Si dan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Syahrul Harahap, Kabag Prokopim Setdako Kiplan dan sejumlah Pengurus Bunda PAUD.
Di sana, Pj Wali Kota Azhari dan Bunda PAUD Zahziah disambut kepala SD, komite sekokah dan sejumlah dewan guru serta ratusan siswa kelas 1 hingga kelas 6. Nahziah terlihat menyapa siswa kelas 1 terdiri dari lima kelas yang baru saja memulai pendidikan di SD setelah mengenyam pendidikan dari Taman Kanak-kanak (TK).

Di sana, Azhari dan Nahziah terlihat berbincang-bincang dengan para siswa, dan membagikan bingkisan berupa susu dan roti untuk anak-anak kelas 1, seraya memberi motivasi agar semangat belajar. Hal yang sama juga dilakukan Azhari dan Nahziah saat berkunjung di SDN3 yang berada di Kampong Subulussalam Utara.
Saat berinteraksi dengan siswa kelas 1 tersebut, Nahziah memberikan beberapa pertanyaan seperti siapa yang bisa membaca surah alfatihah, atau surah al ikhlas, atau doa makan, atau bisa membaca, maka diberikan bingkisan khusus yang telah disiapkan dalam rangka memotivasi anak-anak semangat belajar.
Kepala Disdikbud Syahrul Harahap memgatakan kegiatan Bunda PAUD menyapa siswa untuk melihat langsung dan memastikan bahwa masa transisi dari TK ke SD, atau masa perkenalan lingkungan sekolah itu menyenangkan.
"Kegiatan Bunda PAUD menyapa siswa hari ini, untuk meninjau masa perkenalan sekolah, apakah berjalan dengan baik sesuai aturan yang dikeluarkan Kemendikbud. Ini benduk kepedulian Bunda PUAD dan Pak Pj Wali Kota terhadap pendidikan," kata Syahrul Harahap.
Tujuannya, kata Syahrul untuk mempersiapkan anak-anak yang baru masuk SD, agar siap mengikuti pendidikan formal, tujuan untuk menyesuaikan dan melatih mereka. Namun di awal ini tidak ada pembelajaran formal, hanya perkenalan lingkungan sekolah saja seperti di mana ruang guru, kantor guru, toilet, kalau ada musala, di mana letak musalanya.
"Kita arahkan guru-guru ciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, ketika belajar itu ada maknanya dalam kehidupan, maka mudah diterima, mudah dicerna serta mudah dipahami. Namun jika mengambang, justru akan membingungkan," ungkap Syahrul.[]





